TNGR Libatkan Masyarakat Kelola Sampah Demi Jaga Kelestarian Kawasan

Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat. ANTARA/HO-Balai TNGR NTB.

TNGR Libatkan Masyarakat Kelola Sampah Demi Jaga Kelestarian Kawasan

Silvana Febiari • 19 June 2026 16:36

Mataram: Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) melibatkan kelompok masyarakat dalam meningkatkan pengelolaan sampah di kawasan Gunung Rinjani Lombok. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kelestarian kawasan.

"Langkah nyata untuk menjaga kelestarian Gunung Rinjani terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak," kata Kepala Balai TNGR NTB Budy Kurniawan, dilansir dari Antara, Jumat, 19 Juni 2026. 

Balai TNGR telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman pengangkutan sampah antara SPTN Wilayah I TNGR dan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) Arung Rinjani di Desa Senaru.
 


"Kerja sama ini menjadi komitmen bersama dalam memperkuat pengelolaan sampah hasil aktivitas pendakian, khususnya pada jalur pendakian Senaru dan Torean menuju Gunung Rinjani," ujarnya.

Melalui sinergi tersebut, lanjut dia, diharapkan tercipta sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Sehingga, kebersihan kawasan tetap terjaga dan pengalaman berwisata menjadi lebih nyaman.

Kawasan Gunung Rinjani bukan hanya destinasi yang dinikmati hari ini, kata dia, tetapi warisan alam yang harus dijaga untuk generasi mendatang. Dengan kolaborasi yang kuat, setiap pendakian akan sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan.

"Gunung yang bersih adalah tanggung jawab bersama," ucap Budy.


Pendaki saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Rinjani Lombok Nusa Tenggara Barat. ANTARA/HO-Balai TNGR NTB.


Selain itu Balai TNGR melaksanakan kegiatan pendampingan kelompok binaan masyarakat di wilayah Resor Torean dan Resor Aik Berik. Kegiatan ini merupakan upaya memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas usaha, serta mendorong pengembangan ekonomi masyarakat yang selaras dengan prinsip konservasi.

"Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat kemandirian kelompok, meningkatkan nilai tambah produk unggulan masyarakat, serta memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kawasan konservasi untuk generasi mendatang," jelas Budy. 

(Silvana Febiari)