BPBD Kalbar Inventarisasi Kebutuhan Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan

Koordinator Harian Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, Daniel. Metrotvnew.com/Muhamad Marup

BPBD Kalbar Inventarisasi Kebutuhan Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan

Muhamad Marup • 10 September 2026 14:10

Pontianak: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) menginventarisasi kebutuhan masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan. Pendataan dilakukan untuk memetakan kebutuhan warga di sejumlah wilayah.

BPBD Kalbar menurunkan tim khusus untuk mengumpulkan data mengenai kebutuhan masyarakat yang terdampak dua kondisi tersebut.

"Kami menurunkan tim inventaris untuk mendata kebutuhan warga yang terdampak," ujar Daniel, kepada Metrotvnews.com, Kamis, 10 September 2026.

Kebutuhan masyarakat di setiap wilayah tidak sepenuhnya sama. Kondisi karhutla yang terjadi bersamaan dengan kekeringan turut memengaruhi jenis bantuan yang diperlukan warga.

Salah satu kebutuhan yang kini mendesak ialah air bersih. Hampir seluruh wilayah mengalami kebutuhan air bersih seiring musim kemarau yang telah berlangsung hampir dua bulan.
 


Persediaan air yang tersedia saat ini sebagian berupa air payau sehingga sulit digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

"Kami mendorong seluruh pihak untuk ikut membantu terutama dalam penyediaan air bersih," jelasnya.

Selain air bersih, masyarakat terdampak karhutla membutuhkan masker, suplemen, dan vitamin. Bantuan tersebut diperlukan untuk membantu warga menghadapi dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan.


Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Rabu, 2 September 2026. (ANTARA/Rendra Oxtora)


Daniel mengapresiasi berbagai pihak yang telah menyalurkan donasi untuk membantu masyarakat maupun mendukung penanganan karhutla. Salah satu bantuan datang dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa 250 dus besar masker.

"Masker-masker dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk pada petugas pemadaman karhutla," katanya.

Di sisi lain, penanganan karhutla di Kalbar menunjukkan perkembangan positif. Satuan tugas (Satgas) darat saat ini memasuki tahap ketiga penanganan, yakni operasi pendinginan.

"Satgas darat saat ini memasuki tahapan ketiga yaitu operasi pendingan," terangnya.

(Whisnu M)