Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Padang Hentikan Sementara Pembelajaran Tatap Muka

Pengendara melintas di jalan lingkar selatan Palembang-Banyuasin yang tertutup kabut asap di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz

Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Padang Hentikan Sementara Pembelajaran Tatap Muka

Yose Hendra • 9 September 2026 20:08

Padang: Pemerintah Kota (Pemko) Padang, Sumatra Barat, mengalihkan kegiatan belajar mengajar tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pembelajaran daring. Kebijakan tersebut berlaku bagi peserta didik tingkat PAUD/TK, SD, hingga SMP negeri dan swasta mulai Selasa, 8 September 2026.

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah mitigasi menyusul memburuknya kualitas udara di Kota Padang. Indeks Kualitas Udara tercatat mencapai 430 AQI US, sedangkan konsentrasi PM2.5 berada di angka 290,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³) atau masuk kategori Berbahaya.

Peralihan pembelajaran dilakukan untuk mengurangi paparan udara buruk terhadap peserta didik, terutama risiko gangguan pada saluran pernapasan. Pemko Padang menempatkan aspek keselamatan dan kesehatan siswa sebagai pertimbangan utama selama kondisi udara belum membaik.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan langkah mitigasi perlu segera dilakukan menghadapi kualitas udara yang telah masuk kategori berbahaya. Masyarakat juga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan selama kondisi tersebut berlangsung.
 


"Warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker sebagai upaya mengurangi dampak buruk paparan udara," kata Fadly di Padang, Rabu, 9 September 2026.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova pada Rabu, 9 September 2026, menginstruksikan seluruh satuan pendidikan menerapkan PJJ dari rumah secara daring.

Selama pembelajaran jarak jauh berlangsung, orang tua dan wali murid diminta memastikan anak-anak menjalani aktivitas di dalam rumah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi paparan terhadap kondisi udara yang tidak sehat.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan kualitas udara. Hasil pemantauan akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kebijakan pembelajaran tatap muka berikutnya.

(Whisnu M)