Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, 17 Orang Dilaporkan Tewas

Asap dari serangan Israel di Lebanon. (Anadolu Agency)

Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, 17 Orang Dilaporkan Tewas

Willy Haryono • 26 May 2026 11:58

Beirut: Sedikitnya 17 orang tewas dan beberapa lainnya terluka akibat rangkaian serangan udara Israel di wilayah Lebanon selatan pada Senin, 25 Mei 2026.

Kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan bahwa serangan tersebut menjadi pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata yang masih berlaku antara kedua pihak.

Dikutip dari media Anadolu, Selasa, 26 Mei 2026, empat orang dilaporkan tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan udara yang menyasar area pemakaman di Kota Kafr Roummane, wilayah Nabatieh.

Tiga korban jiwa lainnya dilaporkan tewas dalam tiga serangan drone terpisah yang menargetkan jalur penghubung antara Kegubernuran Nabatieh dan Kegubernuran Selatan.

Di Kota Arabsalim, Nabatieh, serangan udara Israel yang menghantam sebuah rumah menewaskan pasangan suami istri.

Sementara seorang pemuda meninggal akibat luka serius dari serangan sebelumnya di wilayah yang sama.

Serangan Meluas hingga Bekaa Barat

Di Distrik Bekaa Barat, lima orang tewas dan sejumlah lainnya terluka akibat serangan udara yang menghantam Kota Mashghara. Dua korban tambahan juga dilaporkan tewas dalam serangan Israel di wilayah Kawthariyet El-Siyad, Distrik Sidon.

NNA menyebut serangan-serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah pesawat Israel menjatuhkan amunisi fosfor di kawasan hutan Qalila bagian selatan.

Serangan itu memicu kebakaran di perkebunan jeruk dan lahan pertanian warga.

Otoritas Lebanon mencatat hampir 3.200 orang tewas dan lebih dari 9.600 lainnya terluka sejak Israel memperluas operasi militernya di Lebanon selatan pada 2 Maret lalu.

Meski gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat berlaku sejak 17 April, Israel disebut masih terus melakukan serangan harian dan penghancuran rumah warga.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin juga mengatakan dirinya telah memerintahkan militer memperluas operasi di seluruh wilayah Lebanon. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Israel Lancarkan Gelombang Serangan Besar ke Lebanon Selatan

(Willy Haryono)