Basarnas Perluas Pencarian Jurnalis Hilang hingga 8.509 Mil Laut Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizki Dwianto menyampaikan perkembangan pencarian jurnalis hilang di Selat Sunda. (Dokumentasi/ Metro TV)
24 Kapal Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Silvana Febiari • 17 September 2026 08:36
Pandeglang: Basarnas mengerahkan 24 kapal untuk mencari jurnalis hilang di Selat Sunda pada hari ke-10 operasi SAR, Kamis, 17 September 2026. Pencarian dilakukan di area seluas 8.509 mil laut persegi yang dibagi menjadi 10 sektor.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto mengatakan puluhan kapal tersebut berasal dari sejumlah unsur, yakni Basarnas, TNI Angkatan Laut (AL), Polairud, dan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP).
“Untuk hari ini, luas area pencarian H+3 dari masa perpanjangan itu di 8.509 nautical mile persegi. Untuk alut yang kita gunakan 24 unit,” kata Rizky dalam tayangan Breaking News Metro TV, Kamis, 17 September 2026.
Dari 24 kapal yang dikerahkan, delapan unit berasal dari TNI AL. Armada tersebut terdiri atas lima KRI, dua KAL, dan satu RBB.
Polairud turut mengerahkan delapan kapal. Sementara Basarnas menurunkan empat KN SAR dari Kantor SAR Banten, Lampung, Jakarta, dan Bengkulu serta tiga unit RIB. Satu kapal lainnya berasal dari KPLP.
Rizky mengatakan seluruh armada tersebut dibagi ke dalam 10 sektor pencarian. Wilayah pencarian membentang dari perairan Bengkulu dan Pulau Enggano, Samudra Hindia, Lampung, hingga perairan Banten.
“Pembagian dari sektor yang kita laksanakan pada hari ini adalah 10 sektor,” ujar Rizky.
Sektor C menjadi area pencarian terluas dengan cakupan 3.380 mil laut persegi. KRI Leuser dan KRI Dewaruci dikerahkan untuk menyisir wilayah Samudra Hindia, mulai dari sebelah barat Blimbing hingga perairan selatan Pulau Enggano.
Sementara itu, Sektor G memiliki luas 316 mil laut persegi dan mencakup perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Pulau Sebesi, dan Pulau Sebuku. Pencarian di wilayah tersebut dilakukan menggunakan RIB 02 Lampung, KRI Lepu, dan KAL Pohawang.
"Alut yang kita gunakan adalah RIB 02 Banten, RBB Pulau Peucang, KP URC Erhan, KP 2016, melaksanakan pencarian di pesisir barat Pantai Anyer, Carita, hingga ke Perairan Sumur," ungkap Rizky.

Anggota Basarnas Bengkulu saat melakukan penyisiran di pesisir Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. ANTARA/Anggi Mayasari
Selain mengerahkan 24 kapal, Basarnas juga memperluas pencarian dengan menyebarkan informasi kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Sunda.
“Selain kita melaksanakan pencarian di 10 sektor, kami pun melakukan e-broadcast ke kapal-kapal yang sedang melintas di Perairan Selat Sunda,” ungkap Rizky.
Penyebaran informasi tersebut dilakukan dengan berkoordinasi bersama Vessel Traffic Service (VTS) dan pemangku kepentingan terkait.