Tangani Kekeringan, Pemda DIY Terapkan Skema Geser Anggaran BTT

Ilustrasi kekeringan. (MGN/Nur Soli)

Tangani Kekeringan, Pemda DIY Terapkan Skema Geser Anggaran BTT

Ahmad Mustaqim • 16 September 2026 20:43

Yogyakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerapkan skema pergeseran anggaran untuk menangani dampak bencana hidrometeorologi, khususnya kekeringan. Saat ini, DIY menjadi salah satu dari puluhan daerah di Indonesia yang berstatus siaga kekeringan.

"Kami alokasikan anggarannya dengan mekanisme lain saat kebutuhan penanganan dampak bencana meningkat," kata Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, di Yogyakarta, Rabu, 16 September 2026.

Ruruh menjelaskan, mekanisme yang dimaksud adalah pergeseran pos anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Dana BTT ini dapat digunakan sewaktu-waktu untuk memenuhi kebutuhan darurat, termasuk penanganan krisis air bersih akibat kekeringan.

"Ketika itu dibutuhkan, ada mekanisme lain dengan pergeseran BTT kalau di kebencanaan. Prosesnya juga tidak rumit dan tidak panjang," ujarnya.

Ia mencontohkan kondisi di Kabupaten Gunungkidul, di mana APBD yang diperuntukkan bagi penanganan dampak kekeringan telah habis. Namun, pemerintah setempat dengan cepat menggeser pos anggaran BTT sehingga dana tanggap darurat tersebut bisa digunakan bulan ini.

"Kabupaten Gunungkidul sudah mengajukan pergeseran BTT dan pertengahan bulan ini juga sudah cair, sehingga tidak ada masalah lagi," terangnya.

Seorang warga memeriksa saluran selang di sumber mata air Sendang Wonosari, Dusun Kalidadap, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu, 29 Juli 2026. ANTARA/Agung Dwi Prakoso


Ruruh tak menampik bahwa pemangkasan dana transfer dari pusat ke daerah turut memengaruhi pelaksanaan sejumlah program. Meski demikian, ia memastikan jajaran pemerintah daerah tetap memprioritaskan kebutuhan mendesak, terutama yang menyangkut keselamatan dan hajat hidup orang banyak.

"Kalau terkait dengan kebencanaan kan hal yang penting. Itu nantinya masuk ke pergeseran BTT sehingga tetap aman," pungkasnya.

(Lukman Diah Sari)