Danantara Dorong Sarinah Jaga Produk Lokal Indonesia

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria. Foto: dok Metrotvnews.com

Danantara Dorong Sarinah Jaga Produk Lokal Indonesia

Husen Miftahudin • 17 September 2026 11:24

Jakarta: Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mendorong PT Sarinah untuk terus menjaga keberlanjutan produk lokal Indonesia. Sarinah diharapkan tidak hanya mengejar kinerja komersial, tetapi juga menjalankan misi sosial dan budaya yang melekat pada perusahaan.

"Kalau (Bank) Mandiri menyetorkan Rp50 triliun, itu sama nilainya dengan Sarinah kalau mampu menjalankan misinya dengan baik. Masing-masing kan tidak selalu dinilai dengan uang," ujar Dony dalam keterangan resmi yang dikutip dari Antara, Kamis, 17 September 2026.

Dony menekankan pentingnya Sarinah menjalankan peran dalam menjaga keberlanjutan produk lokal, budaya, dan keterampilan bangsa. Menurut dia, kontribusi perusahaan tidak semata-mata diukur dari pencapaian finansial.

Peran tersebut diwujudkan Sarinah melalui dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Indonesia Timur serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Salah satu bentuk dukungan dilakukan melalui skema pembelian putus. Skema tersebut memberikan kepastian pasar bagi produk lokal sekaligus membantu menjaga keberlanjutan keterampilan tradisional, seperti menenun dan membatik.
 


Perkuat Ekspor, UMKM Wajib Punya Dokumen Ketelusuran Produk

(Produk UMKM. Foto: dok Metrotvnews.com)

 

Pembinaan UMKM dilakukan berkelanjutan


Selain membuka akses pasar, Sarinah menjalankan pembinaan secara berkelanjutan kepada pelaku usaha lokal. Pembinaan tersebut diarahkan untuk menjaga kualitas produk sekaligus membangun kepercayaan diri pelaku usaha terhadap nilai dan harga karya yang dihasilkan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Sarinah memperkuat ekosistem produk lokal sekaligus mempertahankan keterampilan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Sarinah berkomitmen menjadi pusat pengalaman budaya terdepan di Indonesia dengan memadukan perdagangan, kreativitas, dan pengalaman yang inklusif. Melalui peran tersebut, perusahaan terus memperkuat ruang bagi produk lokal untuk berkembang sekaligus menjaga warisan budaya dan keterampilan bangsa.

Dony mengapresiasi perkembangan transformasi Sarinah. Ia menilai perusahaan perlu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan misi yang lebih luas.

"Saya sangat happy dengan perkembangan Sarinah. Insyaallah transformasinya berjalan terus. Bukan itu (untung gede) yang kita cari, tapi ini misinya jauh lebih besar daripada sekadar komersial. Ada historical value," ujar Dony.

Transformasi Sarinah tidak hanya diarahkan untuk memperkuat kinerja perusahaan. Perusahaan juga diharapkan dapat mempertahankan perannya dalam menjaga produk lokal, mendukung UMKM, serta melestarikan budaya dan keterampilan bangsa secara berkelanjutan.

(Husen Miftahudin)