Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau sejumlah produk UMKM yang dipasarkan di AEON Mall BSD City, Tangerang, Banten, Rabu, 9 September 2026. Foto: Metrotvnews.com/Selsha Septifanie Gunawan.
Kemendag Buka Akses Ritel Modern bagi UMKM, Simak Syaratnya
Ade Hapsari Lestarini • 9 September 2026 23:49
Tangerang: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong perluasan akses pasar bagi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui jaringan ritel modern. Hingga saat ini, sekitar 100 UMKM telah bekerja sama dengan PT AEON Indonesia dengan lebih dari 500 stock keeping unit (SKU) produk.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah memfasilitasi produk lokal yang telah melalui proses kurasi untuk masuk ke jaringan ritel modern.
"Hari ini kami memfasilitasi produk lokal, produk UMKM, untuk masuk ke ritel modern. Kami bekerja sama dengan PT AEON Indonesia sebagai etalase untuk mempromosikan dan menjual produk-produk lokal yang sudah dikurasi," ujar Budi pada Acara Launching Akses Pasar Produk UMKM di AEON Mall BSD City, Tangerang, Rabu, 9 September 2026.
Menurut Budi, proses kurasi diperlukan untuk memastikan produk UMKM memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh jaringan ritel modern. Budi mengatakan pelaku UMKM perlu menjaga kualitas produk agar dapat diterima konsumen dan mempertahankan akses ke pasar ritel.
"Kalau produknya berkualitas, pasti konsumen juga tertarik. Kalau konsumen tertarik, AEON juga mau menjadi tempat untuk berjualan," kata Budi.

Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau sejumlah produk UMKM yang dipasarkan di AEON Mall BSD City, Tangerang, Banten, Rabu, 9 September 2026. Foto: Metrotvnews.com/Selsha Septifanie Gunawan.
Lebih dari 500 SKU produk UMKM
Presiden Direktur PT AEON Indonesia Masato Miyata mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan sekitar 100 UMKM di Indonesia.
Produk yang dipasarkan mencakup berbagai kategori, mulai dari makanan dan minuman, jamu atau minuman herbal, produk kecantikan, hingga kebutuhan rumah tangga. Jumlah produk UMKM yang telah dipasarkan mencapai lebih dari 500 SKU.
"Saat ini ada sekitar 100 UMKM yang bekerja sama dengan kami, SKU-nya sudah lebih dari 500. Omzetnya juga sangat luar biasa," ujar Masato.
Menurut Masato, jaringan ritel tersebut terbuka bagi pelaku UMKM yang ingin memasarkan produk selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Budi mengingatkan pelaku UMKM untuk menjaga kualitas produk secara konsisten. Menurut dia, kemampuan mempertahankan kualitas diperlukan untuk menjaga kepercayaan konsumen setelah produk masuk ke jaringan ritel modern.
"Produknya harus bagus, tetapi juga konsisten. Jangan yang pertama bagus, kemudian yang kedua kurang. Jadi, harus konsisten dan terus ditingkatkan," ujar Budi.
Kemendag juga memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, antara lain melalui pengembangan desain dan perbaikan kemasan. Pendampingan tersebut dilakukan agar produk memenuhi standar dan memiliki daya saing di pasar.
Kerja sama dengan jaringan ritel modern menjadi salah satu jalur yang digunakan pemerintah untuk memperluas pemasaran produk UMKM dan mendorong pelaku usaha meningkatkan kapasitas produknya.