Menteri Perdagangan Budi Santoso. Foto: Metrotvnews.com/Selsha Septifanie Gunawan.
Transaksi Ekspor UMKM Capai USD333 Juta, Naik Lebih dari Dua Kali Lipat
Ade Hapsari Lestarini • 9 September 2026 18:17
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat nilai transaksi ekspor melalui program UMKM BISA Ekspor mencapai USD333 juta pada Januari-Juli 2026. Nilai tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan capaian sepanjang 2025 sebesar USD134,8 juta.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan sebagian besar transaksi tersebut berasal dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Tahun lalu transaksinya mencapai USD134,8 juta setahun. Sekarang, Januari-Juli sudah mencapai USD333 juta. Jadi, isinya kebanyakan UMKM, makanya nama programnya UMKM BISA Ekspor," ujar Budi dalam pembukaan Program Pendampingan UMKM 'Gapai Pasar Global dengan AI' di Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Menurut Budi, sekitar 70 persen UMKM yang mengikuti program tersebut sebelumnya belum pernah melakukan ekspor. Kemendag membantu pelaku usaha terhubung dengan calon pembeli dari luar negeri melalui perwakilan perdagangan Indonesia.
Kemendag memiliki 46 perwakilan perdagangan di 33 negara. Pelaku UMKM dapat mempresentasikan produknya secara daring kepada perwakilan tersebut sebelum dipertemukan dengan calon pembeli atau buyer.
"Setelah perwakilan dapat buyer, Bapak dan Ibu presentasi lagi langsung ke buyer-nya," kata Budi.

Ilustrasi. Foto: dok MI.
UMKM hadapi persaingan global
Budi mengatakan pelaku UMKM perlu mengikuti perkembangan teknologi untuk menghadapi persaingan global. Pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dapat membantu UMKM melakukan promosi dengan biaya yang lebih terjangkau.
Menurut Budi, kemampuan promosi UMKM masih berbeda dengan perusahaan besar yang memiliki anggaran, tenaga ahli, dan tim khusus untuk pemasaran.
"Kalau kita tidak mengikuti perkembangan sementara pihak lain memanfaatkan semuanya, kita nanti akan tertinggal. Jadi, kita harus bergerak cepat, terutama untuk UMKM," ujar dia.
Selain kemampuan promosi, Budi mengingatkan pelaku UMKM untuk menjaga kualitas dan kontinuitas produksi. Hal tersebut diperlukan agar pelaku usaha mampu memenuhi permintaan pembeli dalam jumlah besar.
"Yang pertama, syaratnya kualitasnya bagus, kemudian juga kontinuitas produknya. Produknya harus terus berkelanjutan," kata Budi. (Selsha Septifanie Gunawan)