Masuki Musim Kemarau, Pemkab OKU Tetapkan Status Siaga Karhutla

Ilustrasi-Petugas BPBD Nagan Raya melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan di kawasan Kecamatan Tadu Raya. (ANTARA/HO-BPBD Nagan Raya)

Masuki Musim Kemarau, Pemkab OKU Tetapkan Status Siaga Karhutla

Lukman Diah Sari • 8 June 2026 22:16

Baturaja: Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki kemarau 2026. Sehingga upaya cepat bisa dilakukan untuk mengurangi dampak risiko.

"Penetapan status ini untuk mengantisipasi bencana kekeringan serta karhutla di Kabupaten OKU," kata Manager Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Gunalfi di Baturaja, Senin, 8 Juni 2026, melansir Antara.

Manager Pusdalops BPBD OKU Gunalfi. ANTARA/Edo Purmana

Dia mengatakan status siaga ini ditetapkan hingga puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung pada akhir September 2026. Penetapan status siaga, kata dia, untuk meminimalisasi bencana sehingga perlu upaya-upaya penanganan secara cepat, tepat, dan terpadu sesuai dengan standar dan prosedur, guna mengurangi dampak risiko, seperti kabut asap.

Dalam penetapan status, pihaknya mengaktifkan kembali posko penanggulangan di daerah rawan karhutla agar peristiwa kebakaran hutan dan lahan dapat ditanggulangi sedini mungkin. BPBD OKU membentuk satgas penanggulangan karhutla dengan ratusan personel gabungan yang disiagakan untuk memadamkan api guna mencegah bencana kabut asap.

Pihaknya juga menyiapkan peralatan penanggulangan meliputi mesin pompa air, selang, gergaji mesin, baju anti api, oksigen, masker dobel anti polusi hingga portbale wather tank serta enam mobil suplai air untuk memadamkan karhutla di wilayah setempat.

Dalam kesempatan tersebut, ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok di sembarang tempat, terutama di lahan kering yang mudah terbakar karena dapat memicu api.

"Sosialisasi tentang larangan tidak membuka lahan dengan cara dibakar juga terus kami gencarkan agar masyarakat teredukasi untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari bencana karhutla," ujarnya.

(Lukman Diah Sari)