Presiden Komisi Eropa akan ke RI Bahas IEU-CEPA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dok Kemenko Perekonomian

Presiden Komisi Eropa akan ke RI Bahas IEU-CEPA

Eko Nordiansyah • 23 September 2026 12:05

Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dijadwalkan melakukan kunjungan ke Indonesia pada akhir Oktober atau awal November 2026. Kunjungannya terkait percepatan penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Selain itu, Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa Maros Sefcovic juga direncanakan akan melakukan kunjungan ke Indonesia.

"Memang dalam IEU CEPA itu sendiri ada rencana daripada Komisioner Maros untuk datang ke Indonesia dan juga ada rencana dari Presiden EU untuk datang ke Indonesia di akhir Oktober ataupun awal November," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Antara, Rabu, 23 September 2026.

Airlangga mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah memerintah agar proses penyelesaian IEU-CEPA dapat segera tuntas.

IEU-CEPA saat ini tengah memasuki tahapan penyelesaian dokumen dalam bahasa Inggris untuk selanjutnya menjalani proses di Parlemen Eropa. Setelah tahapan tersebut, Indonesia juga akan melanjutkan proses ratifikasi sesuai mekanisme yang berlaku.

"IEU CEPA diharapkan sekarang dalam proses untuk diproses dalam kelengkapan bahannya dalam bahasa Inggris untuk dibawa ke Parlemen Eropa dan dari situ baru kita, dalam versi kita, untuk dibawa ke Parlemen untuk ratifikasi," jelas dia.


(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Pembahasan IEU-CEPA memasuki tahap akhir

IEU-CEPA telah memasuki tahap akhir menuju penandatanganan dan ratifikasi. Kesepakatan tersebut diproyeksikan memperluas akses pasar, meningkatkan perdagangan dan investasi, serta memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa.

Percepatan penyelesaian IEU-CEPA menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo untuk memperluas pasar ekspor dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Pemerintah menargetkan proses ratifikasi berlangsung pada semester kedua 2026 sehingga perjanjian tersebut dapat mulai diterapkan pada awal 2027.

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya hubungan antara Indonesia dan Eropa. Menurutnya, penyelesaian perundingan IEU-CEPA akan memberikan manfaat besar bagi dunia usaha di kedua kawasan.

(Eko Nordiansyah)