Suasana Stadion Gajayana jelang pelaksanaan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) pada 7–8 Februari 2026. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq
Kapasitas Terbatas, Jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU Wajib Bawa Undangan
Daviq Umar Al Faruq • 5 February 2026 16:39
Malang: Panitia penyelenggara Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) menerapkan sistem undangan bagi jemaah yang akan menghadiri acara di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 7-8 Februari 2026. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan massa dan menyesuaikan dengan kapasitas stadion yang terbatas.
Ketua PCNU Kota Malang, Isroqunnajah, menegaskan seluruh jemaah yang ingin masuk ke dalam stadion wajib memiliki undangan resmi dari panitia. Mekanisme ini bertujuan memastikan keamanan dan ketertiban acara.
“Menggunakan sistem undangan. Undangan kami berikan kepada masing-masing pengurus cabang. Jadi tentunya semua jemaah bisa difasilitasi masuk ke dalam stadion,” kata Isroqunnajah, Kamis, 5 Februari 2026.
Kapasitas Stadion Gajayana hanya mampu menampung sekitar 35.000 orang. Oleh karena itu, pengendalian jumlah jemaah dinilai sangat krusial. Isroqunnajah menjelaskan, undangan didistribusikan melalui perwakilan Pengurus Cabang (PC) NU di tingkat kabupaten dan kota. Selanjutnya, pembagian kepada jemaah dilakukan oleh penanggung jawab (PIC) masing-masing rombongan.
Undangan fisik akan diberikan saat rombongan jemaah tiba di titik penurunan (drop zone) yang telah ditentukan. Dari sana, jemaah akan diarahkan menuju lokasi parkir bus dan pintu masuk stadion.
“Sejak awal sudah didata jumlah keberangkatannya. Saat di rest area nanti ada komunikasi lanjutan terkait akses masuk dan pengaturan parkir,” ujar Gus Is, sapaan akrab Isroqunnajah.
Skema ini disusun untuk menghindari kepadatan serta menjaga alur pergerakan jemaah tetap terkendali sejak kedatangan hingga memasuki area utama. Di dalam stadion, panitia juga membagi zona berdasarkan jenis kelamin. Jemaah laki-laki akan menempati tribun, sementara jemaah perempuan berada di lapangan utama dengan posisi duduk lesehan.
“Lintasan stadion tidak boleh ditempati. Jika terpaksa digunakan, harus ditutup terpal atau karpet sesuai ketentuan dari Disporapar Kota Malang,” jelas Isroqunnajah.

Stadion Gajayana. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq
Pengaturan ini sekaligus mematuhi ketentuan teknis penggunaan fasilitas olahraga agar tidak merusak infrastruktur stadion. Bagi jemaah yang tidak memperoleh undangan untuk masuk ke dalam Stadion Gajayana, panitia memastikan mereka tetap dapat mengikuti jalannya mujahadah. Sejumlah layar besar (videotron) akan dipasang di beberapa titik di luar stadion.
Lokasi penayangan antara lain berada di kawasan Jalan Semeru dan Jalan Kawi, yang diprediksi juga akan ramai dikunjungi jemaah. “Di luar stadion tetap bisa mengikuti rangkaian mujahadah karena kami siapkan videotron di beberapa lokasi,” pungkas Isroqunnajah.
Dengan sistem ini, panitia berharap pelaksanaan Mujahadah Kubro 1 Abad NU dapat berlangsung dengan khidmat, tertib, dan mampu menampung antusiasme jemaah secara aman.