Warren Buffett membaca koran. (Film dokumenter Becoming Warren Buffett tahun 2017/IMDb)
10 Buku Rekomendasi Warren Buffett Agar Mahir Berinvestasi
Riza Aslam Khaeron • 18 February 2026 12:15
Jakarta: Membaca adalah salah satu kebiasaan yang paling sering ditekankan Warren Buffett kepada investor. Investor Warren Buffett memperkirakan bahwa 80% dari hari kerjanya didedikasikan untuk membaca dan merenung.
Ia terkenal dengan ucapannya, "Saya hanya duduk di kantor dan membaca sepanjang hari." Ia berkali-kali menyarankan untuk memahami prinsip bisnis dan cara berpikir yang benar sebelum sibuk mengejar saham yang sedang ramai.
Sepanjang kariernya sebagai investor, Buffett telah merekomendasikan setidaknya 10 buku. Berikut daftarnya:
1. The Intelligent Investor — Benjamin Graham
Kegemaran Buffett terhadap metode investasi klasik menjadikan buku ini sebagai rujukan utama dalam literaturnya.Melalui surat pemegang saham Berkshire tahun 2011, Buffett mengenang masa awal kariernya ketika ia masih memiliki pola pikir investor umum yang cenderung merasa senang saat harga pasar melonjak. Namun, pandangannya berubah total setelah mempelajari Bab 8 dari buku ini, yang mengulas cara tepat bagi investor dalam menyikapi perubahan harga pasar.
"Seketika itu, mata saya terbuka, dan harga rendah menjadi teman saya," tulisnya. Ia bahkan menganggap momen saat membaca buku tersebut sebagai "salah satu momen paling beruntung" dalam hidupnya.
Buffett menjabarkan alasan mengapa ia bersama Charlie Munger justru menyambut baik penurunan harga saham Berkshire. Sebagai pihak yang akan terus membeli di masa mendatang, penurunan harga memungkinkan mereka untuk mengakuisisi lebih banyak saham dengan modal yang sama.
Prinsip investasi nilai (value investing) dari Benjamin Graham sangat memengaruhi strategi Buffett dalam membeli aset di bawah nilai intrinsiknya.
Dalam surat tahun 2013, sang miliarder kembali mengekspresikan rasa cintanya terhadap buku ini.
“Dari semua investasi yang pernah saya buat, membeli buku Ben adalah yang terbaik (kecuali pembelian dua surat nikah saya). Sebaliknya, ide-ide Ben dijelaskan secara logis dalam prosa yang elegan dan mudah dipahami (tanpa huruf Yunani atau rumus yang rumit),” ucap Buffett.
2. Security Analysis — Benjamin Graham & David Dodd
Ditulis oleh profesor Columbia Business School, Benjamin Graham bersama David Dodd, buku ini menjadi landasan utama dalam strategi membeli saham untuk dimiliki dalam jangka panjang. Karya ini memberikan pengaruh besar bagi cara pandang Buffett terhadap dunia investasi.Dalam surat pemegang saham Berkshire tahun 2001, Buffett mengisahkan tentang Acme Boot, sebuah perusahaan yang diakuisisi oleh Graham-Newman (perusahaan tempat ia bekerja dahulu) pada tahun 1956.
Meski sempat berkembang menjadi produsen sepatu terbesar di dunia, perusahaan tersebut akhirnya mengalami kebangkrutan sebelum sisa-sisanya dibeli kembali oleh Berkshire beberapa dekade kemudian.
"Di halaman depan Security Analysis, Ben Graham dan Dave Dodd mengutip Horace: 'Banyak yang akan dipulihkan dari yang sekarang telah jatuh, dan banyak yang akan jatuh dari yang sekarang sedang terhormat.' Lima puluh dua tahun setelah saya pertama kali membaca kalimat-kalimat itu, apresiasi saya terhadap apa yang mereka katakan tentang bisnis dan investasi terus tumbuh," sebut Buffett.
3. Common Stocks and Uncommon Profits — Philip Fisher
Philip Fisher merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia investasi. Karyanya telah menjadi buku klasik dalam dunia keuangan, dan Warren Buffett sendiri mengakui bahwa buku ini telah mengubah sudut pandangnya dalam investasi menjadi lebih mementingkan pada kualitas perusahaan penerima saham.Dalam surat pemegang saham Berkshire 2012, saat membahas pentingnya konsistensi dalam kebijakan dividen, Buffett merujuk pada Bab 7 dari buku ini. Ia menulis:
"Phil Fisher menyampaikannya dengan sangat baik 54 tahun yang lalu... sebuah buku yang peringkatnya hanya berada di bawah The Intelligent Investor dan edisi 1940 Security Analysis dalam daftar buku terbaik sepanjang masa bagi investor serius," kata Buffett dalam surat pemilik saham Berkshire tahun 2012, mengutip Bab 7 buku Philip.
4. The Outsiders — William N. Thorndike Jr.
Buku ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Warren Buffett karena mengulas kisah delapan CEO yang menggunakan metode tidak konvensional untuk mengungguli indeks S&P 500 hingga dua puluh kali lipat.Melalui surat pemegang saham tahun 2012, Buffett merekomendasikan karya William Thorndike ini sebagai "buku luar biasa tentang para CEO yang unggul dalam alokasi modal"—sebuah pujian langka yang jarang ia berikan kepada penulis lain.
Daya tarik utama buku ini terletak pada bagian yang membahas Tom Murphy, direktur Berkshire yang dijuluki Buffett sebagai "manajer bisnis terbaik yang pernah saya temui secara keseluruhan." Bagi Buffett, penguasaan atas alokasi modal merupakan tolok ukur tertinggi bagi kesuksesan seorang CEO.
5. The Clash of the Cultures — John C. Bogle

Warren Buffett membaca koran. (Film dokumenter Becoming Warren Buffett tahun 2017/IMDb)
Dalam karyanya ini, John C. Bogle—pendiri The Vanguard Group yang dikenal sebagai pencetus reksa dana indeks pertama—menyoroti pergeseran budaya dalam industri reksa dana. Ia membahas bagaimana spekulasi mulai mendominasi sistem pensiun nasional dan menekankan pentingnya standar federal terkait kewajiban fidusia bagi para pengelola dana.
Melalui surat pemegang saham Berkshire tahun 2012, Buffett menginstruksikan agar buku ini tersedia di area penjualan buku selama pertemuan tahunan.
"Saya juga merekomendasikan The Clash of the Cultures karya Jack Bogle..." kata Buffett. Rekomendasi eksplisit dalam dokumen resmi Berkshire tersebut menjadi bentuk dukungan nyata dari Buffett atas pemikiran Bogle
| Baca Juga: Prinsip Pola Asuh Buffet: Bentuk Kemandirian di Balik Kekayaan Miliaran Dolar |
6. Investing Between the Lines — Laura Rittenhouse
Berdasarkan penelitian selama lebih dari satu dekade, Laura Rittenhouse, seorang pakar valuasi dan kepercayaan korporasi, memaparkan sebuah sistem untuk mengukur tingkat kepercayaan suatu organisasi. Ia berpendapat bahwa integritas manajemen merupakan indikator kuat untuk memprediksi potensi keuntungan investasi di masa depan.Melalui surat pemegang saham Berkshire tahun 2012, buku ini direkomendasikan berdampingan dengan karya John Bogle. Meski Buffett tidak memberikan ulasan panjang, ia secara khusus meminta agar buku ini tersedia bagi para pemegang saham di stan buku selama pertemuan tahunan Berkshire tahun 2012.
7. Tap Dancing to Work — Carol Loomis
Buku karya Loomis ini memberikan wawasan mendalam bagi pembaca mengenai strategi investasi Buffett, serta pemikiran bijaknya tentang manajemen, filantropi, kebijakan publik, hingga topik pola asuh anak.Dalam surat pemegang saham Berkshire tahun 2012, Buffett memperkenalkan buku ini dengan memberikan apresiasi tinggi atas peran Carol Loomis: "Carol Loomis, yang telah sangat berharga bagi saya dalam menyunting surat ini sejak 1977, baru-baru ini menulis Tap Dancing to Work: Warren Buffett on Practically Everything."
Dalam acara tahunan tersebut, Buffett dan Loomis menandatangani 500 salinan yang dijual secara ekklusif. Karya ini merupakan kumpulan tulisan mengenai Buffett yang dikurasi langsung oleh orang yang paling lama bekerja dengannya—seorang jurnalis Fortune yang telah membantu menyunting surat tahunan Berkshire sejak tahun 1977.
8. Poor Charlie's Almanack — Peter D. Kaufman (ed.)
Buku ini merupakan sumber kearifan finansial yang tak ternilai, merangkum berbagai pidato serta esai karya Charlie Munger, rekan bisnis lama Buffett sekaligus Wakil Chairman Berkshire.Melalui surat pemegang saham Berkshire tahun 2004, Buffett mengumumkan bahwa buku ini untuk pertama kalinya tersedia di area penjualan buku saat pertemuan tahunan. Ia memberikan pujian dengan gayanya yang khas: "Para cendekiawan sudah terlalu lama memperdebatkan apakah Charlie adalah reinkarnasi dari Ben Franklin. Buku ini seharusnya bisa menyelesaikan pertanyaan tersebut."
Karya ini mengompilasi pemikiran, wawancara, dan pidato Munger, yang telah menjadi mitra strategis Buffett selama lebih dari lima dekade dalam membangun Berkshire.
9. Nuclear Terrorism: The Ultimate Preventable Catastrophe — Graham Allison
Satu-satunya buku di luar topik investasi dan bisnis dalam daftar ini. Dalam surat pemegang saham Berkshire 2004, Buffett secara eksplisit meminta buku ini ditambahkan ke stan buku di acara tahunan."Tahun ini saya telah meminta The Bookworm untuk menambahkan buku Graham Allison, Nuclear Terrorism: The Ultimate Preventable Catastrophe, bacaan wajib bagi mereka yang peduli dengan keselamatan negara kita," kata Buffett.
Rekomendasi ini muncul bersamaan dengan Poor Charlie's Almanack dalam paragraf yang sama di surat 2004.
10. Business Adventures — John Brooks
Informasi mengenai buku ini berasal dari ulasan Bill Gates di Gates Notes tahun 2014, bukan dari surat tahunan Berkshire.Gates mengenang pertemuan pertamanya dengan Buffett pada tahun 1991; ketika ia bertanya mengenai buku bisnis favorit Buffett, sang miliarder langsung menjawab: "Itu adalah Business Adventures, karya John Brooks. Saya akan mengirimkan salinan milik saya kepadamu."
Lebih dari dua dekade berlalu, Gates menyatakan bahwa buku tersebut tetap menjadi literatur bisnis terbaik yang pernah ia baca. Gates juga menyoroti penilaian Buffett yang membandingkan relevansi buku ini dengan karya Benjamin Graham.
"Dalam hal umur panjangnya, Business Adventures berdiri sejajar dengan The Intelligent Investor karya Benjamin Graham, buku tahun 1949 yang menurut Warren adalah buku investasi terbaik yang pernah ia baca," tulis Gates.
Buku ini berisi kumpulan artikel dari The New Yorker yang mengulas berbagai peristiwa dramatis dalam sejarah korporasi Amerika—mulai dari kegagalan komersial Ford Edsel hingga tantangan inovasi di Xerox.