Ilustrasi salat (MI/Andri Widiyanto)
Keutamaan Salat Tarawih di Bulan Ramadan, Ini Ganjaran Tiap Malamnya
Putri Purnama Sari • 21 February 2026 19:36
Jakarta: Bulan Ramadan identik dengan pelaksanaan salat tarawih yang dikerjakan pada malam hari setelah salat Isya. Ibadah sunah ini menjadi salah satu amalan yang paling dinantikan umat muslim karena diyakini memiliki keutamaan besar di setiap malam Ramadan.
Salat tarawih adalah salah sunah yang khusus dikerjakan pada bulan Ramadan. Kata "tarawih" berasal dari bahasa Arab yang berarti istirahat, merujuk pada kebiasan berhenti sejenak di antara beberapa rakaat.
Salat tarawih dapat dilaksanakan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah, dengan jumlah rakaat yang umum dilakukan yakni 8 atau 20 rakaat dan dilanjutkan dengan salat witir.
Keutamaan Salat Tarawih Selama Ramadan
Dilansir dari NU Online dalam kitab Durratun Nashihin menyebutkan bahwa keutmaan salat tarawih pada bulan Ramadan berbeda beda setiap malamnya.- Pada malam pertama, dosa orang mukmin (yang melakukan tarawih) akan keluar seperti ketika ibunya melahirkan ia ke dunia.
- Malam ke-2, orang yang salat tarawih akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya jika keduanya beriman.
- Malam ke-3, malaikat di bawah arasy berseru "Mulailah melakukan amal kebaikan, maka Allah akan mengampuni dosamu yang telah lalu."
- Malam ke-4, akan mendapatkan pahala setara dengan seseorang yang membaca kitab Taurat, Injil, Zabur dan Al-Quran.
- Malam ke-5, Allah memberikan pahala seperti pahala seseorang yang salat di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
- Malam ke-6, Allah memberikan imbalan yang setara dengan imbalan para malaikat yang melakukan tawaf di Baitul Makmur. Bahkan, setiap batu dan tanah juga berdoa untuknya agar mendapatkan ampunan.
- Malam ke-7, seolah-olah bertemu dengan Nabi Musa AS dan membantunya melawan serangan dari Fir'aun dan Haman.
- Malam ke-8, Allah memberikan anugerah sebagaimana anugerah yang telah diberikan kepada Nabi Ibrahim.
- Malam ke-9, seakan-akan beribadah kepada Allah sebagaimana ibadahnya para nabi.
- Malam ke-10, Allah memberikan kebaikan yang lebih baik di dunia maupun di akhirat.
- Malam ke-11, kelak ia akan meninggal dunia seperti keadaan dimana ia baru dilahirkan dari perut ibunya.
- Malam ke-12, pada saat hari kiamat wajahnya bersinar bagaikan bulan di malam purnama.
- Malam ke-13, pada saat hari kiamat ia akan selamat dari segala macam keburukan.
- Malam ke-14, malaikat menjadi saksi bahwa ia melakukan salat tarawih. Maka Allah tidak akan menghisabnya kelak di hari kiamat.
- Malam ke-15, para malaikat, malaikat penyangga Arsy dan para malaikat penjaga kursi kerajaan langit akan memintakan ampunan untuknya.
- Malam ke-16, Allah mencatat kebebasan selamat dari neraka dan kebebasan masuk surga baginya.
- Malam ke-17, akan diberi pahala sebagaimana pahala para nabi.
- Malam ke-18, malaikat berkata "Wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah meridhoi dan kedua orang tuamu."
- Malam ke-19, Allah akan mengangkat derajatnya di surga.
- Malam ke-20, akan diberi pahala seperti pahala orang yang mati syahid dan orang-orang shalih.
- Malam ke-21, Allah akan membangun rumah di surga yang terbuat dari cahaya untuknya.
- Malam ke-22, jika hari kiamat tiba maka ia akan selamat dari segala macam kesusahan dan kebingungan.
- Malam ke-23, Allah akan membangun kota di dalam surga untuknya.
- Malam ke-24, akan memperoleh 24 doa yang mustajab.
- Malam ke-25, Allah akan menghilangkan siksa kubur darinya.
- Malam ke-26, Allah akan meningkatkan pahalanya selama 40 tahun.
- Malam ke-27, di hari kiamat ia melewati jembatan shiratal mustaqim secepat sambaran kilat.
- Malam ke-28, Allah akan mengangkat seribu derajat baginya di surga.
- Malam ke-29, Allah akan memberikan pahala seribu ibadah haji yang diterima.
- Malam ke-30, Allah berkata "Makanlah buah-buahan di surga, mandilah dengan air salsabil, dan minumlah di telaga kautsar. Sesungguhnya aku adalah Tuhanmu dan engkau adalah hambaku."
Baca Juga :
Hukum Salat Tarawih di Rumah dan Tata Caranya

Ilustrasi Ramadan. Foto: Medcom.id
Rasulullah SAW mendorong umatnya untuk mengisi malam Ramadan dengan ibadah, termasuk salat tarawih, sebagai cara untuk meningkatkan ketakwaan.
(Jessica Nur Faddilah)