Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Azhari. Foto: Istimewa
Pantauan Hilal Masih di Bawah Ufuk, Kemenag Aceh Prediksi Ramadan Jatuh Lusa
Fajri Fatmawati • 17 February 2026 15:24
Banda Aceh: Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh menggelar kegiatan pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk menentukan awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan edukatif dan ilmiah ini dipusatkan di Gedung Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar, pada Selasa, 17 Februari 2026.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, Azhari, menyatakan pemantauan hari ini merupakan bagian dari proses penetapan awal Ramadan yang kredibel. "Pemantauan hilal hari ini akan dilakukan di Gedung Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar," kata Azhari kepada wartawan, Selasa, 17 Februari 2026.
Berdasarkan data Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, posisi hilal pada hari ini diprediksi masih berada di bawah ufuk sehingga sulit untuk diamati. Dengan data tersebut, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada lusa.
"1 Ramadan tahun ini diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Kami menyampaikan selamat menyambut Ramadan 1447 H kepada seluruh umat Islam di Aceh. Mari kita persiapkan diri, baik fisik maupun mental, untuk menyambut rangkaian ibadah Ramadan tahun ini," jelas Azhari.
Meski demikian, Azhari menegaskan bahwa keputusan final tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar pemerintah pusat pada Selasa malam ini. Menjelang bulan penuh berkah ini, Azhari mengimbau umat Islam untuk mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun spiritual. Persiapan ini penting agar ibadah selama Ramadan dapat berjalan optimal.
"Penting untuk memahami amalan-amalan utama di bulan Ramadan agar pelaksanaan ibadah berjalan optimal dan mencapai derajat takwa di akhir Ramadan," ujar Azhari.

Pemantauan hilal ilustrasi. Dok Metrotvnews.com
Menurutnya, rukyatulhilal tetap menjadi acuan penting dalam menentukan awal bulan Hijriah, termasuk Ramadan. Kegiatan ini secara rutin dilaksanakan setiap tanggal 29 bulan berjalan. Namun, berdasarkan perhitungan astronomis, posisi hilal pada 29 Sya'ban 1447 H masih berada di bawah ufuk (horizon) di seluruh wilayah Indonesia, sehingga dipastikan tidak mungkin dapat diamati secara visual