Presiden Ajak Perusahaan Besar AS Tingkatkan Investasi Alat Medis di RI

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Setrpres.

Presiden Ajak Perusahaan Besar AS Tingkatkan Investasi Alat Medis di RI

Anggi Tondi Martaon • 19 February 2026 14:48

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengajak salah satu perusahaan terbesar asal Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan investasi mereka dalam memproduksi peralatan medis di Indonesia sebagai peluang kerja sama.

Saat menghadiri Gala Iftar Dinner Business Summit di Washington DC, AS, Rabu, 18 Februari 2026, Kepala Negara menjelaskan bahwa perusahaan multinasional General Electric (GE) memiliki peluang untuk penjajakan kerja sama setelah sepuluh universitas baru berbasis STEM (sains, teknologi, teknik, matematika) dan kedokteran didirikan.

"Saya rasa juga terdapat peluang bagi Amerika Serikat. Saya rasa General Electric juga membangun peralatan medis di Indonesia dan kami berharap mereka akan meningkatkan produksi mereka," kata Prabowo dikutip dari Antara, Kamis, 19 Februari 2026.

Di hadapan para pengusaha AS, Prabowo menjelaskan kondisi Indonesia yang kekurangan sekitar 140 ribu dokter. Di sisi lain, hanya sekitar 10 ribu dokter yang lulus pendidikan dalam setahun.

"Itu berarti butuh 14 tahun untuk menutup celah tersebut, kecuali ada upaya baru yang nyata. Itulah alasan saya menciptakan 10 universitas baru ini yang akan berbasis pada STEM (sains, teknologi, teknik, matematika) dan kedokteran," ungkap Prabowo.

Dalam lawatan kenegaraan sebelumnya ke Inggris, Presiden membuat kerangka kerja sama bidang pendidikan dengan membangun sepuluh kampus baru bidang kedokteran dan science, technology, engineering, and mathematics (STEM) hingga pertukaran dosen dari Inggris.

Presiden RI Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan MoU antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat dalam sesi roundtable Business Summit yang diselenggarakan oleh US-ASEAN Business Council. Foto: Antara.

Dengan banyaknya kampus kedokteran dan lulusan dokter, Prabowo menilai terdapat peluang kerja sama yang dapat dijalin dengan perusahaan konglomerat AS, GE Company, termasuk dalam peralatan medis.

Presiden mendukung masuknya investasi baru dan telah menyelesaikan kendala birokrasi yang sebelumnya dikeluhkan para investor.

"Kami akan mendukungnya. Sempat ada kendala birokrasi, namun kami menyelesaikannya dengan sangat cepat. Saya juga menerima masukan beberapa jam lalu dari beberapa korporasi yang mengeluhkan lambatnya solusi atas masalah mereka," kata Prabowo.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)