Dua individu gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) mati di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Foto: Dok. Kemenhut.
Kemenhut Investigasi Kematian Induk dan Anak Gajah di Mukomuko
M. Iqbal Al Machmudi • 1 May 2026 21:54
Jakarta: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu melakukan investigasi terkait temuan dua individu gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang mati di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Tim gabungan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan verifikasi serta prosedur nekropsi guna mengungkap penyebab pasti kematian satwa dilindungi tersebut.
“Saat ini, tim gabungan telah bekerja di lapangan untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah melalui proses nekropsi dan analisis laboratorium,” ujar Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, melalui keterangan tertulis, dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 1 Mei 2026.
Ristianto juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kematian gajah yang terdiri dari satu individu dewasa dan satu anakan tersebut. Menurut hasil pengamatan awal di lapangan, gading pada kedua bangkai gajah tersebut ditemukan masih dalam kondisi utuh.
"Kami menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara transparan dan profesional. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum, akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku," ujar dia.

Tim BKSDA Bengkulu - Lampung dan pihak terkait saat melakukan identifikasi terkait dua ekor gajah mati yang ditemukan di Hutan Produksi di Kabupaten Mukomuko. ANTARA/Anggi Mayasari.
Laporan kematian satwa ini pertama kali diterima BKSDA Bengkulu pada 29 April 2026. Menindaklanjuti hal tersebut, tim yang melibatkan dokter hewan, Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS), hingga kepolisian setempat telah berada di lokasi sejak 30 April untuk melakukan penanganan awal.
Hingga kini, penyebab kematian induk dan anak gajah yang ditemukan dalam posisi berdekatan tersebut belum dapat dipastikan. Tim medis masih menunggu hasil analisis laboratorium lebih lanjut untuk memastikan apakah terdapat unsur kesengajaan atau penyebab alami.