Tiba di Tanah Air, Seorang Haji Tunaikan Nazar Berjalan Kaki Boyolali-Semarang

Jemaah haji asal Semarang, Mustofa Ismail (mengenakan caping) berjalan kaki menuju rumahnya usai tiba di Asrama Haji Donohudan Boyolali sebagai bentuk memenuhi nazar.

Tiba di Tanah Air, Seorang Haji Tunaikan Nazar Berjalan Kaki Boyolali-Semarang

Triawati Prihatsari • 12 June 2026 11:24

Boyolali: Seorang jemaah haji asal Semarang, Mustofa Ismail, 67, memenuhi nazarnya dengan berjalan kaki menuju rumah usai tiba dari Tanah Suci. Mustofa yang tergabung dalam Kloter 23 Debarkasi Solo tiba di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, pada Kamis, 11 Juni 2026.

Tidak lama setelah tiba di Asrama Haji Donohudan, Mustofa berjalan menuju rumahnya di Dukuh Krajan RT 11 RW 02, Desa Kedung Ringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Mengenakan caping, Mustofa menempuh jarak sekitar 34 kilometer untuk sampai ke rumah.

"Kami sudah memberikan masukan kepada yang bersangkutan, bahkan kepada keluarganya, demi keamanan dan untuk menghindari kesan dari masyarakat bahwa jemaah haji sampai harus berjalan kaki. Namun, Bapak Mustofa tetap bertekad berjalan karena itu merupakan nazarnya, dan selama perjalanan tetap didampingi keluarga," ungkap Kepala Seksi Humas PPIH Debarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia, di Boyolali, Kamis, 11 Juni 2026.
 


Sebelum memulai perjalanan, Mustofa menceritakan bahwa niat berjalan kaki yang dijalaninya merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya menambah amal ibadah setelah menunaikan ibadah haji.

"Ini saya niatkan untuk menambah ibadah. Sepanjang perjalanan saya akan membaca istigfar dan sholawat. Keinginan berjalan kaki ini sebenarnya sudah lama saya simpan dan sudah menjadi angan-angan sejak sebelum berangkat haji," ujar Mustofa.


Ilustrasi pelepasan haji di Bandara Sultan Syarif Kasim II Kota Pekanbaru menuju Embarkasi Haji Batam Kepulauan Riau. ANTARA/HO-Bandara SSK II Pekanbaru

Anak Mustofa, Ahmad Muntaha, mengaku keluarganya mendukung keputusan sang ayah meskipun perjalanan yang harus ditempuh cukup jauh. Ia menambahkan, keluarga akan terus mendampingi demi memastikan keselamatan orang tuanya.

"Sebagai anak, kami berusaha mendukung keinginan orang tua. Yang penting beliau senang. Kalau memang ingin berjalan kaki, kami siap mengawal selama perjalanan. Jaraknya kurang lebih sekitar 34 kilometer," imbuh Ahmad.

(Whisnu M)