Mendagri Tito Karnavian bersama Ketum TP PKK Tri Tito Karnavian berfoto bersama-sama anak di Sekolah Rakyat, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Sabtu (1/8/2026). (ANTARA/HO-Puspen Kemendagri)
Pemda Diminta Siapkan Lokasi Sekolah Rakyat
Achmad Zulfikar Fazli • 2 August 2026 21:42
Jakarta: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengoordinasikan pemerintah daerah (pemda) untuk menyiapkan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemda diminta mengoptimalkan aset-aset daerah yang belum dimanfaatkan.
"Diharapkan anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat ini yang diambil dari desil satu dan desil dua, 20 persen rakyat yang miskin atau miskin ekstrem, tidak mampu, itu dipilih khusus untuk mereka agar mereka mendapat pendidikan yang baik, yang layak dan Insyaallah, semoga Tuhan memberkati mereka kemudian ke depan mereka akan lebih maju, lebih baik daripada orang tuanya," kata Tito di Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 2 Agustus 2026.
Tito menyampaikan hal tersebut saat menghadiri peletakan batu pertama proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor, Papua, sekaligus menyalurkan bantuan kepada guru dan siswa, Sabtu, 1 Agustus 2026. Dia menjelaskan Sekolah Rakyat akan dibangun dengan desain seragam di seluruh Indonesia, serta dilengkapi asrama, ruang kelas, ruang guru, dan lapangan olahraga.
Program tersebut untuk anak-anak dari keluarga desil satu dan desil dua atau kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem agar memperoleh akses pendidikan yang layak.

Ilustrasi Sekolah Rakyat. Foto: Dok. MI
Menurut Tito, program Sekolah Rakyat lahir dari kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap anak-anak yang belum memperoleh kesempatan pendidikan secara layak.
Dia mengatakan Presiden memandang negara memiliki tanggung jawab hadir bagi anak-anak terlantar sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
"Saya tahu bahwa ini keinginan dari Bapak Presiden dan betul-betul ini ide mungkin dari Bapak Presiden yang setahu saya karena dua faktor utama. Beliau memahami betul keinginan para pendiri negara bangsa Indonesia," kata Tito.
Dalam kesempatan tersebut, Tito didampingi Ketua Umum Tim Penggerak PKK Tri Tito Karnavian menyerahkan bantuan berupa 45 paket sembako untuk guru Sekolah Rakyat, 88 botol minum (tumbler) bagi siswa, serta secara simbolis menyerahkan kartu tanda penduduk elektronik pemula kepada dua siswa.
Tri mengajak siswa membiasakan menggunakan botol minum isi ulang untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Bersama para peserta, dia turut menanam pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.