TNI Urus Kepulangan Jenazah Praka Farizal yang Gugur di Lebanon

Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah (tengah). Foto: ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA.

TNI Urus Kepulangan Jenazah Praka Farizal yang Gugur di Lebanon

Fachri Audhia Hafiez • 30 March 2026 15:42

Jakarta: Markas Besar (Mabes) TNI tengah mempercepat proses administrasi pemulangan jenazah Praka Farizal Rhomadhon, prajurit yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan. Praka Farizal kehilangan nyawa setelah serangan artileri menghantam lokasi kontingen Indonesia di Kota Adshit al-Qusyar, Minggu, 29 Maret 2026.

"Prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquaters (HQ) dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut," ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 30 Maret 2026.
 


Aulia menjelaskan bahwa almarhum merupakan personel Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL. Insiden tragis tersebut terjadi akibat meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut. Selain Praka Farizal, serangan itu juga menyebabkan tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka.

Ketiga korban luka, yakni Praka Rico Pramudia (luka berat), Praka Bayu Prakoso (luka ringan), dan Praka Arif Kurniawan (luka ringan), kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

"Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," jelas Aulia.


Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Terkait pelaku serangan, Mabes TNI menegaskan bahwa hingga saat ini belum bisa memastikan pihak mana yang bertanggung jawab secara langsung. Kondisi di lapangan saat kejadian dilaporkan tengah terjadi aksi saling serang artileri yang sangat intens.

Pihak TNI kini menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada otoritas pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) untuk mengungkap fakta di balik insiden yang mengenai kontingen Indonesia tersebut.

"Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL," kata Aulia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)