Iran Umumkan Serangan Drone ke Industri Dirgantara Israel dan AS

Drone Shahed milik Iran yang digunakan dalam serangan. Foto: NBC Right Now

Iran Umumkan Serangan Drone ke Industri Dirgantara Israel dan AS

Fajar Nugraha • 23 March 2026 09:10

Teheran: Tentara Iran mengumumkan bahwa mereka telah melakukan serangan drone yang menargetkan lokasi industri dirgantara Israel dan unit pengintai Amerika Serikat (AS) di wilayah tersebut.

Rekaman yang dirilis Minggu 22 Maret 2026 oleh tentara Iran menunjukkan beberapa drone diluncurkan dari lokasi yang tidak diungkapkan.

Tanggal dan lokasi pasti dari rekaman tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.


Dalam sebuah pernyataan, tentara Iran mengatakan telah melakukan “Iran telah serangan drone ofensif di dua front, fasilitas dirgantara Israel Aerospace Industries (IAI) di dekat Pangkalan Udara Ben Gurion, serta lokasi pesawat pengintai AS di Prince Sultan Military Base di wilayah tersebut,” sebut militer Iran, seperti dikutip Anadolu, Senin 23 Maret 2026.

Baik militer Israel maupun Komando Pusat AS belum memberikan komentar mengenai serangan yang dilaporkan terhadap lokasi yang disebutkan oleh Iran pada saat publikasi.

Ketegangan meningkat di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, ketika pembicaraan diplomatik sedang berlangsung yang bertujuan untuk 'melemahkan program nuklir dan rudal Iran'.

Teheran kemudian mengumumkan serangan balasan terhadap Israel dan aset AS di wilayah tersebut. Ledakan dilaporkan terjadi di berbagai negara Teluk.

Kemudian, Iran mengonfirmasi pembunuhan Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, dan putranya, Mojtaba Khamenei, dipilih sebagai penggantinya. Konflik meluas ke Lebanon ketika Hizbullah turun tangan 'sebagai balas dendam' atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran. Jalur pengiriman, termasuk Selat Hormuz, terganggu menyusul penutupan Selat tersebut.

Eskalasi terbaru ini telah mendorong harga minyak di atas 100 USD per barel, mengguncang pasar energi global dan memicu protes di beberapa negara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)