Kepala BPJN NTT Janto saat diwawancarai di Kupang. ANTARA/Kornelis Kaha
BPJN NTT Targetkan Perbaikan Jembatan Trans Timor Rampung 5 Hari
Whisnu Mardiansyah • 27 March 2026 14:27
Kupang: Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan perbaikan jembatan yang ambruk di ruas Trans Timor, Kilometer 38 Oelmasi, Desa Kuimasi, Kabupaten Kupang, selesai dalam waktu lima hari dengan catatan kondisi cuaca baik selama pengerjaan.
Kepala BPJN NTT Janto mengatakan balai telah mengerahkan sejumlah alat berat untuk mempercepat penanganan darurat di lokasi, termasuk ekskavator dan peralatan pendukung lainnya guna membuka jalur alternatif di bagian hilir.
“Kami sudah mobilisasi alat berat untuk membuka jalan sementara di hilir. Targetnya dalam lima hari sudah bisa difungsikan secara terbatas untuk masyarakat,” kata Janto di Kupang seperti dilansir Antara, Jumat, 27 Maret 2026.
Menurut dia, selain pembangunan jalan sementara, BPJN juga menyiapkan pemasangan gorong-gorong dan box culvert sebagai struktur pendukung agar kendaraan dapat melintas kembali sembari menunggu perbaikan permanen jembatan.
Terkait penyebab ambruknya jembatan, Janto menjelaskan faktor utama adalah cuaca ekstrem yang memicu longsoran di sekitar aliran sungai. Menurut dia, debit air yang tinggi menggerus tanah penopang hingga menyebabkan pergeseran pondasi.
“Terjadi longsoran di hilir sungai akibat curah hujan tinggi yang menggerus tanah. Akibatnya pondasi jembatan bergeser dan plat injak mengalami penurunan," ujar dia.
Selain itu, terdapat faktor pendukung lain berupa kebocoran pipa PDAM di sekitar lokasi yang mempercepat erosi tanah pada bagian tiang induk jembatan.
.jpg)
Jembatan putus di Pulau Timor MI/Palce Amalo
Kondisi tersebut menyebabkan badan jalan ambles hingga sekitar 1,4 meter, dengan panjang kerusakan mencapai enam meter dan lebar tujuh meter, sehingga memutus total akses kendaraan di jalur utama Trans Timor, lanjutnya menjelaskan.
BPJN, menurut Janto, memastikan penanganan darurat terus dipercepat sambil menyiapkan langkah perbaikan permanen agar konektivitas di wilayah tersebut dapat segera pulih.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur juga meminta masyarakat bersabar dengan terlebih dahulu memanfaatkan jalan alternatif yang telah dibuka.
“Kita kerahkan tiga ekskavator untuk memperbaiki jembatan tersebut,” kata Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma saat meninjau jembatan yang ambruk tersebut.