Jembatan Trans Timor Ambruk, Akses Darat Pulau Timor Lumpuh Total

Jembatan putus di Pulau Timor MI/Palce Amalo

Jembatan Trans Timor Ambruk, Akses Darat Pulau Timor Lumpuh Total

Media Indonesia • 26 March 2026 13:21

Kupang: Akses utama darat di Pulau Timor lumpuh total setelah jembatan di perbatasan Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, dan Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, ambles dengan kedalaman sekitar 1,3 meter pada Kamis, 26 Maret 2026, sekitar pukul 05.00 Wita.

Jembatan dengan panjang 12 meter yang berada di jalur Trans Timor tersebut tidak lagi dapat dilalui kendaraan. Dampaknya, arus lalu lintas dari Kota Kupang menuju sejumlah kabupaten di daratan Timor terhenti, dengan antrean panjang kendaraan mengular di kedua sisi.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma turun langsung meninjau lokasi kejadian bersama Kepala Dinas PUPR NTT Benyamin Nahak serta pihak terkait. Ia memastikan kondisi jembatan mengalami kerusakan parah dan tidak memungkinkan untuk dilalui.

“Jembatan ini sudah rusak berat dan tidak bisa dilalui kendaraan sama sekali. Ini jalur utama daratan timur atau Trans Timor yang sangat vital, sehingga aktivitas transportasi masyarakat benar-benar terhenti,” ujarnya di lokasi, Kamis, 26 Maret 2026.

Menurutnya, pemerintah daerah bergerak cepat untuk menangani dampak yang ditimbulkan, termasuk membuka jalur alternatif bagi masyarakat.
 


“Kita akan segera membuka jalan alternatif agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan lancar. Karena ini jalur yang sangat penting,” tegasnya.

Selain kerusakan pada jembatan, terdapat pula pipa air yang patah di lokasi kejadian. Pipa tersebut diketahui menyalurkan air ke sejumlah wilayah, sehingga berpotensi mengganggu distribusi air bersih.

Johni menegaskan perbaikan jembatan permanen membutuhkan waktu karena merupakan bagian dari jalan nasional yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Ini jalan nasional, sehingga harus dirancang ulang, didesain, dihitung, lalu diajukan ke Kementerian PUPR. Prosesnya tidak singkat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT Janto mengatakan pihaknya telah mengerahkan alat berat ke lokasi untuk penanganan darurat.


Jembatan putus di Pulau Timor MI/Palce Amalo

“Kami sedang mengirim alat berat untuk menyiapkan jembatan alternatif. Mudah-mudahan jika cuaca mendukung, pekerjaan bisa segera diselesaikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan terdapat dua opsi penanganan yang tengah disiapkan, yakni pengalihan arus melalui jalan kabupaten serta pembangunan jembatan sementara di sisi hilir lokasi jembatan yang rusak.

“Dari hasil pengecekan kondisi tanah, sangat memungkinkan untuk dibangun jembatan sementara. Sambil itu, tim lain juga menyiapkan desain jembatan permanen beserta kebutuhan anggarannya,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di jalur tersebut masih lumpuh total. Masyarakat diimbau untuk menggunakan jalur alternatif yang disiapkan pemerintah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)