Lalu lintas jalur wisata Puncak di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA/M Fikri Setiawan
Jalur Alternatif Baru di Puncak Bogor Segera Dibangun
Silvana Febiari • 27 March 2026 21:34
Kabupaten Bogor: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membuka jalur alternatif baru di kawasan Puncak, Jawa Barat, sebagai upaya mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur utama wisata tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan jalur alternatif yang disiapkan menghubungkan kawasan Pasir Muncang menuju Sukagalih hingga Citeko. Jalur ini berfungsi sebagai akses tambahan bagi kendaraan.
“Dirancang jalan dari Pasir Muncang ke Sukagalih, kemudian tersambung ke Citeko. Ini akan menjadi jalur alternatif baru di Puncak,” kata Ajat usai rapat penataan jalur wisata Puncak di Cisarua, dilansir dari Antara, Jumat, 27 Maret 2026.
Baca Juga :
Malasari Bogor Kini Jadi Tujuan Wisata Lebaran
Ia menjelaskan, pembukaan jalur tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengurangi kepadatan di Jalur Puncak.
Menurut Ajat, pembangunan jalur alternatif akan dilakukan melalui skema karya bakti TNI. Cara ini bertujuan mempercepat proses pengerjaan tanpa harus melalui tahapan lelang yang panjang.
Selain itu, kata dia, aspek lahan juga telah dipersiapkan. Hal ini mencakup wilayah yang bersinggungan dengan kawasan Perhutani melalui skema pinjam pakai.
“Untuk lahan yang bersentuhan dengan Perhutani bisa menggunakan skema pinjam pakai, sehingga prosesnya bisa lebih cepat,” ujarnya.
Ajat menambahkan, keberadaan jalur alternatif tersebut diharapkan mampu menjadi opsi bagi pengguna jalan, terutama saat terjadi lonjakan kendaraan pada akhir pekan maupun musim libur. Dengan adanya jalur baru, distribusi arus lalu lintas tidak lagi terpusat di Jalur Puncak utama yang selama ini menjadi titik kemacetan.

Jalur Puncak Bogor, Jawa Barat. Medcom.id/Rizky Dewantara
Pemkab Bogor menegaskan, pembukaan jalur alternatif ini bagian dari penataan kawasan Puncak secara menyeluruh. Upaya ini tidak hanya meliputi rekayasa lalu lintas, tetapi juga pengembangan infrastruktur.
Selain jalur alternatif, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan penataan simpang serta evaluasi sistem lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan. Langkah tersebut dilakukan secara terintegrasi agar penanganan kemacetan di Puncak tidak bersifat parsial, melainkan memberikan dampak jangka panjang.
“Dengan adanya jalur alternatif ini, kita harapkan beban di jalur utama bisa berkurang dan lalu lintas menjadi lebih lancar,” ungkap Ajat.