Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon di Keraton Surakarta. Metrotvnews.com/Triawati Prihatsari
Menbud Fadli Zon Pastikan Revitalisasi Keraton Solo Berlanjut
Triawati Prihatsari • 27 March 2026 07:08
Solo: Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menjadi bagian penting sejarah di Indonesia. Terkait itu, revitalisasi Keraton Solo dipastikan akan terus dilanjutkan.
"Kita sama-sama tahu bahwa keraton menjadi bagian dari kekayaan budaya khususnya di Jawa. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Cagar Budaya, revitalisasi bangunan Keraton Solo harus sesuai dengan ketentuan UU Cagar Budaya," ujar Fadli Zon di sela kunjungan ke Keraton Solo dalam rangka halalbihalal Idulfitri, Kamis, 26 Maret 2026.
Ia mengatakan revitalisasi Keraton Solo dilanjutkan tahun ini. Hal itu sesuai dengan program Kementerian Kebudayaan untuk merevitalisasi keraton-keraton, istana, dan museum yang ada di Indonesia. Salah satu yang utama adalah Keraton Solo yang merupakan salah satu keraton terbesar di Indonesia.
Ia menyebut Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat merupakan paku bumi kebudayaan Jawa, di mana banyak peristiwa budaya dan bangunan peradaban Jawa terjadi di sini.
"Beberapa waktu lalu kami berhasil merevitalisasi panggung Sanggabuana. Dilakukan kurang dari satu tahun dan saat ini layak sebagai bangunan cagar budaya. Museum Keraton Solo juga sebagian telah direvitalisasi. Baru 20 persen, perlu proses secara bertahap dan kerja sama. Tadi saya juga melihat bangunan bersejarah di bagian belakang yang kurang terawat," beber Fadli Zon.
Di sisi lain, ia berharap Idulfitri menjadi momentum merajut kembali kerukunan keluarga Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. “Kita berharap silaturahmi dalam suasana Idulfitri jadi momentum kerukunan, keguyuban, sehingga upaya revitalisasi keraton didukung semua pihak,” tegas Fadli Zon.

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Metrotvnews.com/ Triawati Prihatsari
Sementara itu, Penanggung Jawab Keraton Solo KGPH Tedjowulan mengharapkan momentum halalbihalal bisa menyatukan semua pihak untuk kebaikan bersama dan pemajuan keraton.
"Utamakan kepentingan keraton di atas kepentingan pribadi dan atau kelompok maupun golongan," ungkap Tedjowulan.