Terdampak Perang Iran, Harga Solar di Amerika Cetak Rekor Tertinggi

Ilustrasi, SPBU khusus solar di AS. Foto: Mahmoud Suhail/Shutterstock.

Terdampak Perang Iran, Harga Solar di Amerika Cetak Rekor Tertinggi

Husen Miftahudin • 26 March 2026 08:39

Los Angeles: Harga solar di sejumlah negara bagian Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan hingga menyentuh rekor tertinggi, menurut data terbaru dari American Automobile Association (AAA). Salah satunya terjadi di negara bagian California.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 26 Maret 2026, harga rata-rata solar di California mencapai USD7,018 atau sekitar Rp118 ribu (kurs Rp16.811/USD) per galon pada Selasa, 24 Maret 2026.
 
Ini merupakan harga tertinggi yang tercatat dalam basis data AAA. Sebagai perbandingan, harga rata-rata nasional solar saat ini di AS sekitar USD5,345 atau setara Rp90 ribu per galon.
 
Diketahui, satuan bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan di AS merupakan galon yang setara dengan 3,785 liter. Jika mengacu pada cetane number (CN) yang sama di Indonesia berdasarkan data AAA, yakni CN 53 (Pertamina Dex), maka harga solar di California lebih mahal dua kali lipat dibandingkan di Indonesia.
 
Sebagai perbandingan, di Indonesia, harga Pertamina Dex untuk satu liter hanya Rp13.600 per liter atau Rp51.476 per galon. Pun jika dibandingkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik swasta di Indonesia, BP, dimana BBM jenis BP Ultimate Diesel dengan CN yang sama hanya dihargai Rp14.620 per liter atau Rp55.336,7 per galon.
 

Baca juga: Harga Minyak Dunia Melejit Lagi setelah Sempat Tergelincir


(Ilustrasi. Foto: arabcenterdc.org)
 

Imbas perang di Iran

 
Laporan media AS menyebutkan, kenaikan harga solar di California disebabkan oleh berkurangnya kapasitas penyulingan minyak dan gangguan pengiriman energi global di tengah perang di Iran.
 
California telah kehilangan dua kilang minyak sejak Oktober 2025, yang menghilangkan sekitar 20 persen kapasitas penyulingannya.
 
Kenaikan harga solar ini mendorong kenaikan biaya transportasi, dengan potensi dampak domino pada harga-harga makanan, bahan bangunan, dan barang ritel yang dikirim menggunakan truk bertenaga diesel.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)