Dirut PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono mendampingi tinjauan Menteri PU Dody Hanggodo untuk memastikan arus balik Idulfitri 1447H/2026. (Istimewa)
Arus Balik 2026 Masih Berlangsung, Menteri PU Pastikan Kualitas Jalan Tol Tetap Baik
Lukman Diah Sari • 28 March 2026 16:33
Semarang: Arus balik Lebaran 2026 masih berlangsung. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan, bahwa pihaknya terus memastikan kualitas infrastruktur jalan tol selama arus mudik dan balik, khususnya di tengah kondisi cuaca hujan yang masih berlangsung.
“Kami memastikan jalan tol siap digunakan, khususnya dari sisi kualitas," ujar Dody saat meninjau arus balik Lebaran 2026, di GT Kalikangkung, pada Sabtu, 28 Maret 2026, dalam keterangan resmi.
Dody menerangkan bahwa perbaikan jalan tol telah diselesaikan sebelum H-10 Idulfitri 1447 H. Namun, kata dia, curah hujan tinggi dan meningkatnya arus lalu lintas berpotensi menyebabkan kerusakan kembali.
"Apabila ditemukan kondisi tersebut, kami instruksikan agar segera dilakukan perbaikan maksimal dalam waktu 1x24 jam sehingga tidak mengganggu kelancaran arus balik,” jelas Dody.
Rivan menyampaikan bahwa kondisi arus balik saat ini terpantau ramai lancar. Setelah periode puncak arus pada 24 Maret 2026 berhasil diantisipasi. Dia memastikan bahwa peningkatan arus yang terjadi pada 28-29 Maret 2026 juga dapat dikelola dengan lebih baik lagi bersama dengan para stakeholder terkait.
“Kami memastikan seluruh ruas Jasa Marga Group siap melayani masyarakat selama periode arus mudik maupun balik Lebaran 2026, khususnya saat ini bagi pengguna jalan yang akan kembali ke Jakarta. Dengan dukungan layanan dan infrastruktur yang optimal, kami berupaya menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, lancar dan berkeselamatan selama di jalan tol,” ujar Rivan.
Atas diskresi Kepolisian, Jasa Marga mendukung sejumlah rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow. Kebijakan ini ditetapkan berdasarkan pemantauan lalu lintas terkini melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang dikolaborasikan dengan pantauan petugas di lapangan, khususnya untuk perjalanan menuju Jakarta dari arah Jalan Tol Batang-Semarang, Jalan Tol Semarang ABC, Jalan Tol Semarang-Solo hingga Jalan Tol Solo-Ngawi.

Gerbang Tol Kalikangkung Semarang (ANTARA/ I.C.Senjaya)
Selain rekayasa lalu lintas, kesiapan infrastruktur juga menjadi fokus utama, termasuk kondisi jalan dan fasilitas rest area untuk kenyamanan pengguna jalan, khususnya saat pemberlakuan rekayasa lalu lintas.
“Evaluasi dan penataan rest area terus kami lakukan, baik dari sisi pengaturan arus maupun kapasitas. Pengguna jalan juga dapat mengoptimalkan rest area alternatif di sekitar akses keluar tol di sepanjang Jalan Tol Trans Jawa, mulai dari Jalan Tol Semarang–Solo KM 444 hingga Jalan Tol Jakarta–Cikampek KM 72, sehingga tetap memiliki pilihan apabila rest area utama di jalan tol mengalami kepadatan,” jelas Rivan.
Berdasarkan data hingga Jumat, 27 Maret 2026, tercatat sebanyak 2,5 juta kendaraan telah menuju Jakarta sekitar 75 persen dari proyeksi lalu lintas yang kembali ke Jabotabek sebesar 3,39 juta periode 11-31 Maret 2026. Hal ini menunjukkan, sekitar 25 persen pengguna jalan masih akan melakukan perjalanan arus balik pada 28–29 Maret 2026.
Baca Juga :
Di sisi lain, optimalisasi layanan digital melalui aplikasi Travoy turut membantu pengguna jalan dalam mempersiapkan perjalanan, mulai dari informasi tarif tol, kondisi lalu lintas secara real time, hingga pengisian saldo uang elektronik. Peningkatan pemanfaatan aplikasi ini menunjukkan kesiapan masyarakat dalam merencanakan perjalanan secara lebih baik, termasuk memastikan kecukupan saldo dan bahan bakar minyak (BBM) sebelum memasuki jalan tol.
Pengguna jalan juga diimbau untuk memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima dan laik jalan. Selain itu, pengguna jalan diharapkan mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan serta mengatur waktu istirahat dengan bijak dengan tidak berlama-lama di rest area agar dapat digunakan secara bergantian oleh pengguna lainnya.