Presiden Prabowo Subianto dalam pelantikan 1.204 Pamong Praja Muda (PPM) Ilmu Pemerintahan Institut Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026. Dok. Tangkapan Layar
Presiden ke Pamong Praja: Rakyat Tidak Butuh Birokrasi Berbelit-belit
Achmad Zulfikar Fazli • 29 July 2026 10:37
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengatakan Pamong Praja merupakan pelayan rakyat. Pamong Praja harus bisa melayani, melindungi, dan mengayomi rakyat Indonesia dengan sebaik-baiknya.
Hal ini disampaikan Presiden saat memberikan amanat dalam pelantikan 1.204 Pamong Praja Muda (PPM) Ilmu Pemerintahan Institut Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026. Pelantikan ini berlangsung di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
"Rakyat kita tidak membutuhkan birokrasi yang berbelit-belit. Rakyat kita tidak perlu pemimpin-pemimpin yang tidak bekerja sebaik-baiknya," ujar Presiden Prabowo di Sumedang, Jawa Barat, Rabu, 29 Juli 2026.
%20Ilmu%20Pemerintahan%20Institut%20Ilmu%20Pemerintahan%20Dalam%20Negeri%20(IPDN)%20Angkatan%20XXXIII%20Tahun%202026_%20Dok_%20Tangkapan%20Layar.jpeg)
Suasana pelantikan 1.204 Pamong Praja Muda (PPM) Ilmu Pemerintahan Institut Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026. Dok. Tangkapan Layar
Baca Juga :
Presiden Prabowo: Jadi Pamong Pamong Praja Perlu Pengorbanan
"Rakyat menuntut aparatur yang mengutamakan kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi atau golongan," tegas Presiden Prabowo.
Presiden mengingatkan Pamong Praja adalah wajah dan lambang negara. Dari sikap dan penampilan Pamong Praja, rakyat menilai kehadiran, ketertiban, dan kepedulian negara.
"Dari keputusan-keputusan saudara, rakyat akan menilai apakah negara layak dipercaya atau tidak. Itu beratnya tugas dan tanggung jawab seorang Pamong Praja," ujar Presiden Prabowo.