Kementerian Pertahanan (Kemhan) memberikan keterangan pada konferensi pers evaluasi latihan dasar SPPI KDKMP di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026). Foto: Antara.
Pemerintah Sampaikan Duka Cita atas Insiden Peserta SPPI
Gabriella Thesa Widiari • 27 June 2026 17:20
Jakarta: Pemerintah menyampaikan duka cita atas meninggalnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026 yang sedang mengikuti Latihan Bela Negara dan Manajerial. Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan memperkuat aspek kesehatan dan pengawasan medis guna memastikan keselamatan seluruh peserta.
“Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya lima peserta Program SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KDKMP/KNMP) 2026 yang sedang mengikuti Latihan Bela Negara dan Manajerial," ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia melalui keterangan tertulis, Sabtu, 27 Juni 2026.
Ia menyampaikan seluruh peserta yang mengalami gangguan kesehatan telah memperoleh penanganan medis sesuai prosedur. Mulai dari fasilitas kesehatan di satuan pendidikan hingga dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga almarhum dan almarhumah,” kata Ketut.
Ketut menjelaskan kelima peserta memiliki kondisi medis yang berbeda-beda. Sebelum mengikuti pendidikan, seluruh peserta juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan yang meliputi laboratorium darah dan urine, tes kehamilan, rontgen thoraks, EKG, USG abdomen, pemeriksaan mata, gigi, postur tubuh, hingga kesehatan jiwa sesuai ketentuan yang berlaku.
Adapun kelima peserta tersebut adalah Almarhum Yonanda Muhammad Taufiq dari Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja; Almarhumah Anisa Muyassaroh, Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan; Almarhumah Novia Rahmadhani Sihotang, Satdik Pusbahasa Kodiklatau; Almarhum Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, Satdik Yon PARAKO 465; dan Almarhumah Nola Dya Sari, Satdik C Kalimantan.
Perkuat Sistem Pemantauan Kesehatan
Sebagai langkah perbaikan, Kemhan akan terus memperkuat sistem pemantauan kesehatan peserta selama pelaksanaan program. Hal ini merupakan arahan dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin
"Atas arahan Menteri Pertahanan, penguatan aspek kesehatan peserta menjadi perhatian utama,” ujar Ketut.
Kemnhan menggandeng Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memperkuat sistem pencegahan dan penanganan penyakit yang berpotensi dialami peserta selama pendidikan. Selain itu, juga melakukan profiling kesehatan lanjutan, pemeriksaan berkala bagi peserta yang memiliki faktor risiko, penyesuaian intensitas kegiatan sesuai kondisi peserta, serta penguatan pengawasan medis di satuan pendidikan.
Evaluasi Menyeluruh
Lebih lanjut, Ketut mengatakan penyelenggara juga telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pelaksanaan program agar lebih adaptif terhadap kondisi peserta. Pihaknya akan lebih memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui pendekatan yang lebih edukatif, membangun kerja sama, kemampuan memecahkan masalah, dan suasana belajar yang lebih kondusif.

Peserta Latihan Bela Negara dan Manajerial SPPI. Foto: Antara.
Kemhan juga memastikan seluruh keluarga korban memperoleh pendampingan. Mulai dari proses pemulangan jenazah, pemberian santunan sesuai ketentuan, hingga penyelesaian hak-hak peserta.
“Kementerian Pertahanan berkomitmen terus melakukan evaluasi, perbaikan, dan penyempurnaan penyelenggaraan program agar berlangsung semakin aman, profesional, akuntabel, dan mengutamakan keselamatan seluruh peserta," kata Ketut.