Dorong Hunian Vertikal, Pemprov DKI Bangun 11 Rusun Baru Tahun Depan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metrotvnews/Rifda Muthia Zahra

Dorong Hunian Vertikal, Pemprov DKI Bangun 11 Rusun Baru Tahun Depan

Rifda Muthia Zahra • 24 June 2026 19:51

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun 11 rumah susun (rusun) baru tahun depan. Hal ini dilakukan sebagai solusi hunian yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

"Dalam rapat anggaran, saya sudah menyetujui untuk tahun depan ini kita bangun 11 rusun baru yang besar. Untuk memberikan kemudahan secara terbuka dan transparan," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Hotel Aryaduta Jakarta, Rabu 24 Juni 2026.

 

Baca Juga :

Resmi Beroperasi, Ini Cara ke Stasiun KRL JIS dan Rute Integrasinya


Penyediaan hunian vertikal menjadi fokus utama dalam menghadapi banyaknya masyarakat yang berdatangan ke Jakarta. Langkah ini diambil karena keterbatasan lahan horizontal yang semakin mahal di Jakarta. Pembangunan rusun tersebut dinilai menjadi salah satu solusi.

"Karena enggak mungkin apa, Jakarta ini orang bisa memiliki lahan kecuali orang yang mampu ya. Maka housing yang vertikal inilah yang menjadi kata kunci," kata Pramono.

Menurut dia, berdasarkan Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menunjukkan peningkatan signifikan jumlah warga pendatang. Jakarta dinilai masih menjadi magnet utama untuk mencari nafkah bagi masyarakat luar daerah.

Pemprov DKI tidak melarang siapa pun untuk datang dan mengadu nasib di Ibu Kota. Namun, para pendatang baru diwajibkan mematuhi seluruh regulasi yang berlaku.

"Siapa saja boleh datang, siapa saja boleh berusaha di sini. Tetapi kemudian yang paling penting adalah jangan kemudian mengganggu ketertiban umum," kata Pramono.


Ilustrasi rumah susun di Jakarta. Foto: dok. MI.

Selain hunian, penataan menyasar sektor pedagang kaki lima yang kian menjamur. Pemprov DKI terus menggulirkan program pelatihan untuk mendongkrak kapasitas ekonomi mereka.

"Nah, yang untuk PKL-PKL kita memang sekarang ini banyak melakukan latihan-pelatihan, tapi memang dalam kondisi ekonomi yang seperti ini," ujar Pramono. 

(Gabriella Thesa Widiari)