Warga Gaza hanya bisa melihat saat Israel serang wilayahnya. Foto: Anadolu
Serangan Udara Israel di Jalur Gaza Tewaskan 13 Warga Palestina
Muhammad Reyhansyah • 16 July 2026 10:24
Gaza: Sedikitnya 13 warga Palestina tewas dalam serangkaian serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Rabu, 15 Juli 2026, ketika upaya mendorong kelanjutan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS) belum menunjukkan kemajuan berarti.
Menurut otoritas kesehatan Palestina, salah satu serangan di Deir al-Balah menewaskan Omar Abu Qassem, istrinya Asma, dan putri mereka yang berusia enam tahun. Putra pasangan tersebut dilaporkan selamat, tetapi mengalami luka-luka.
Di Kota Gaza, serangan udara lain di kawasan Sheikh Radwan juga menewaskan satu orang. Hingga kini, militer Israel belum memberikan tanggapan terkait insiden tersebut.
Melansir TRT World, Kamis, 16 Juli 2026, kekerasan terbaru terjadi setelah Hamas menyelesaikan putaran baru perundingan gencatan senjata di Kairo yang dimediasi Mesir, Turki, dan Qatar.
Menurut sejumlah sumber yang mengetahui jalannya pembicaraan, negosiasi yang membahas pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel dari Gaza belum menghasilkan kemajuan berarti.
Rencana tahap kedua gencatan senjata yang didukung AS mencakup pembentukan pemerintahan teknokrat Palestina di Gaza, pengerahan pasukan keamanan internasional, serta dimulainya rekonstruksi wilayah tersebut. Namun, implementasinya masih tertunda akibat kebuntuan negosiasi.
Hamas menegaskan tidak akan melanjutkan ke tahap kedua sebelum Israel menjalankan seluruh ketentuan tahap pertama, termasuk penarikan pasukan ke garis yang telah disepakati. Kelompok itu menuduh Israel masih memperluas penguasaan wilayah di Gaza.
Otoritas kesehatan Palestina menyebut sejak gencatan senjata mulai berlaku, serangan Israel telah menewaskan 1.123 warga Palestina dan melukai 3.616 lainnya. Secara keseluruhan, jumlah korban tewas sejak perang meletus pada Oktober 2023 dilaporkan mencapai lebih dari 73.000 orang.