Pemkot Jakarta Timur Optimalkan Pilah Sampah Organik di Pasar Kramat Jati

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin. ANTARA

Pemkot Jakarta Timur Optimalkan Pilah Sampah Organik di Pasar Kramat Jati

Gabriella Thesa Widiari • 11 May 2026 10:51

Jakarta: Wali Kota Jakarta Timur Munjirin akan mengoptimalkan Pasar Kramat Jati melakukan pemilihan sampah organik. Hal ini akan didorong melalui penguatan edukasi dan pendampingan kepada pengelola pasar.

"Kalau ini lebih fokus ke pengelolaan PD Pasar Jaya-nya. Jadi, kami nanti ikut mendorong PD Pasar Jaya agar konsen dan konsisten melaksanakan pilah sampah ini," kata Munjirin, dilansir dari Antara, Senin, 11 Mei 2026.

Dia mengatakan, keterlibatkan pedagang pesar merupakan bagian penting dalam keberhasilan program ini. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Jakarta Timur akan mengasistensi PD Pasar Jaya sebagai pengelola pasar untuk memastikan sistem pemilahan sampah dapat diterapkan secara optimal di seluruh pasar yang berada di bawah kewenangannya.
 

Meski demikian, Munjirin mengatakan fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur tetap berada di lingkungan permukiman warga, mulai dari kawasan RT/RW hingga kampung-kampung. Upaya tersebut dilakukan agar budaya memilah sampah dapat diterapkan secara luas, tidak hanya di kawasan pasar.

"Kalau Pemkot lebih fokus ke perumahan-perumahan, kampung-kampung, RT/RW. Kalau pasar, ada pengelolanya dari PD Pasar Jaya," ujar Munjirin

Menurut dia, pasar merupakan salah satu sektor yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena volume sampah yang dihasilkan cukup besar setiap harinya. Adapun Direktur Utama Pasar Jaya juga telah menyatakan kesiapannya untuk menerapkan sistem pemilahan sampah di seluruh pasar yang dikelolanya.

"Tadi, Pak Dirut sendiri sudah menyanggupi untuk pasar-pasar, semuanya akan melaksanakan proses pilah sampah," ucap Munjirin.


Ilustrasi sampah. Dok. Medcom

Program pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengurangi beban sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Sampah organik nantinya diolah menjadi produk yang bermanfaat, termasuk pupuk untuk kebutuhan pertamanan dan penghijauan kota.

Melalui langkah tersebut, Munjirin berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah semakin meningkat sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih dan sehat di Jakarta Timur.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gabriella Thesa Widiari)