Pengusutan Kasus Kecelakaan KA Bekasi Butuh Pendalaman Soal Sinyal

Kondisi KRL Commuter Line yang kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. Metrotvnews.com/Antonio

Pengusutan Kasus Kecelakaan KA Bekasi Butuh Pendalaman Soal Sinyal

M Sholahadhin Azhar • 7 May 2026 18:19

Jakarta: Penanganan kasus kecelakaan antara kereta listrik (KRL) dan KA Argo, dinilai perlu pendalaman terkait sinyal. Hal ini diperlukan, supaya penyebabnya dapat diketahui secara pasti.

"Ini yang harus dibuka secara terang. Jangan sampai operator di lapangan langsung dijadikan pihak paling bersalah," kata pengamat transportasi Milton Daeli, dalam keterangan tertulis, Kamis, 7 Mei 2026.

Menurut Milton, pengusutan perkara itu lebih pas menunggu hasil investigasi resmi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Dia menyebut hal itu diperlukan, sebab dalam sistem perkeretaapian modern, masinis bekerja berdasarkan instrumen dan sinyal resmi.

“Kalau investigasi membuktikan sinyal memang hijau, maka arah pemeriksaan semestinya tidak hanya ke operator KAI," kata Milton.
 


Lebih lanjut, ia mengingatkan agar aparat penegak hukum tidak terjebak. Sebab, kecelakaan transportasi umumnya bersifat kompleks dan melibatkan banyak faktor, sehingga butuh ahlinya dalam hal ini KNKT.

“KNKT dibentuk memang untuk mengurai akar persoalan teknis. Polisi sebaiknya menunggu hasil investigasi KNKT agar penegakan hukum tidak keliru sasaran,” kata Milton.


Evakuasi korban kecelakaan KA di Bekasi. Foto: Antara

Milton mengatakan desakan transparansi mulai menguat dari berbagai kalangan, terkait pengusutan perkara ini. Publik dinilai berhak mengetahui apakah insiden tersebut murni human error atau justru ada kegagalan sistem keselamatan.

“Kasus ini diperkirakan akan menjadi perhatian serius, tidak hanya bagi operator kereta api, tetapi juga regulator transportasi nasional, mengingat keselamatan publik menjadi taruhannya,” tutup Milton.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)