Pulau di Laut China Selatan yang menjadi sengketa Filipina-Tiongkok. (The Manila Times)
ASEAN dan Tiongkok Targetkan CoC Laut China Selatan Rampung Tahun Ini
Dimas Chairullah • 11 May 2026 15:16
Jakarta: ASEAN bersama Tiongkok sepakat untuk mempercepat negosiasi Code of Conduct (COC) Laut China Selatan dengan target penyelesaian penuh tahun ini.
Kesepakatan substantif tersebut diproyeksikan menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas di kawasan perairan strategis Laut China Selatan.
Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menyampaikan optimisme terkait pencapaian target tersebut dalam pengarahan hasil KTT ke-48 ASEAN di ASEAN Hall, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.
Menurut Kao, kesepakatan awal yang dicapai di Jakarta pada 2023 sebenarnya menetapkan tenggat penyelesaian selama tiga tahun atau hingga 2026. Namun, perkembangan negosiasi saat ini dinilai membuka peluang penyelesaian lebih cepat.
“Saya memiliki banyak keyakinan, banyak optimisme, agar COC diselesaikan tahun ini,” kata Kao kepada media.
Ia menjelaskan salah satu faktor utama yang mendorong optimisme tersebut adalah meningkatnya frekuensi pertemuan antara tim negosiator ASEAN dan Tiongkok.
Jika sebelumnya pertemuan dilakukan secara berkala dalam rentang waktu panjang, kini kedua pihak telah menyepakati jadwal negosiasi rutin setiap bulan.
Menurut Kao, intensitas pertemuan tersebut efektif menjaga momentum pembicaraan dan menghasilkan kemajuan teknis yang konkret. Ia juga menepis anggapan adanya perlambatan atau kemunduran komitmen dalam proses negosiasi.
“Garis waktunya masih ada, kami belum memindahkan sasaran apa pun. Komitmennya masih ada, dari kedua belah pihak, untuk menyelesaikannya tahun ini,” ujarnya.
Selain mendorong penyelesaian COC, para pemimpin ASEAN juga kembali menegaskan komitmen untuk mengimplementasikan secara penuh Deklarasi Perilaku Para Pihak (DOC) di Laut China Selatan.
Seluruh proses diplomasi tersebut ditegaskan tetap berlandaskan hukum internasional, khususnya Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982.
Baca juga: ASEAN di Persimpangan: KTT Cebu dan Kebuntuan Isu Laut China Selatan