Pengamat: Pemilu 2024 Perlu Adu Ide dan Gagasan
20 May 2023 14:02
Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin mengatakan dalam pemilu setidaknya terdapat dua hal yang sering dilakukan oleh setiap pihak pertama adalah membangun citra untuk menaikan elektabilitas, dan kedua mencari keburukan calon dengan memfitnah dan menyebar hoaks untuk melemahkan lawan.
Menurutnya, hal itu menjadi persoalan dalam pesta demokrasi yang terjadi setiap lima tahun sekali ini untuk membangun demokrasi sejatinya harus bermain secara adil dan beradab serta memperlakukan lawan tanpa mengungkap keburukannya.
“Nah ini menjadi persoalan demokrasi kita setiap lima tahun setiap pemilu berlangsung, setiap politisi cenderung melakukan hal kedua itu nah itu tidak bagus dalam konteks berdemokrasi karena demokrasi sejatinya harus bermain secara fair dalam konteks kita membangun demokrasi yang beradab dan sehat maka jangan pernah membusuk busuki lawan.“ ujar Ujang.
Selain itu, dirinya menyampaikan dalam Pemilu 2024 ini perlu membangun politik yang beradu antar ide juga gagasan hal ini bisa terjadi untuk mengurangi polarisasi juga narasi negatif yang ada.
“Di Pemilu 2024 nanti yang harus dikembangkan dan ditumbuhkan perdebatan isu dan gagasan misalnya saja, Pak Anies isu di bidang ekonomi sosial keagaamaan disampaikan agar publik bisa menilai," tambahnya.
Selain itu bacapres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan atau KPP Anies Baswedan sering dituduh garis keras dan minoritas. Ujang Komarudin angkat bicara soal tuduhan tersebut.
Dirinya meyakini bahwa tuduhan tersebut tidak berlandaskan pada fakta objektif. Ia menilai pertama dari rekam jejak Anies yang merupakan alumni dari Amerika yang tentu itu moderat Lalu Anies sendiri adalah anggota HMI yang tentu saja menurutnya tidak masuk akal jika tuduhan tersebut dilayangkan kepada Anies.
“Saya meyakini tidak itu kan tuduhan yang belum tentu benar saya berlandaskan pada fakta objektif Pak Anies itu alumni Amerika alumni barat jadi orang barat itu tidak ada yang radikal. Yang kedua beliau HMI tidak ada HMI yang terpapar radikalisme jadi dua indikator saja tidak masuk dua hal tersebut ini kan tuduhan lawan yang dibuat membusuk busuki atau melemahkan Pak Anies di Pilpres 2024 itu serangan lawan saja itu tidak benar,“ jelasnya.