Belanja di KDKMP Lebih Murah, Warga Bisa Hemat Uang

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) resmi beroperasi. Foto: dok Bakom RI.

Belanja di KDKMP Lebih Murah, Warga Bisa Hemat Uang

Ade Hapsari Lestarini • 15 October 2026 20:33

Jakarta: Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi alternatif bagi warga untuk membeli kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau. Sejumlah warga di KDKMP Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengaku dapat menghemat pengeluaran rumah tangga berkat selisih harga dibandingkan warung di sekitar tempat tinggal mereka.

Mardiah (58), ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar KDKMP Cipedak, mengatakan dirinya berbelanja di koperasi tersebut setelah menyelesaikan kegiatan sehari-hari.

"Saya hari ini beli minyak sama gula. Saya sudah sering (beli di KDKMP), biasanya habis kegiatan suka mampir ke sini. "Karena di warung-warung dekat rumah itu lebih mahal. Di sini lebih murah. Sangat membantu, harganya sangat terjangkau," ujar Mardiah saat ditemui di KDKMP Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Oktober 2026.

Sejumlah komoditas subsidi di antaranya seperti beras SPHP, MinyaKita, LPG 3 kilogram (kg), dan pupuk, baru disalurkan. Kini ketersediaannya di KDKMP terus dipantau. KDKMP Cipedak sudah buka sejak Agustus 2026, namun baru hari ini diluncurkan secara serentak di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, Lampung, dan Sumatra Selatan.

Selain minyak goreng dan gula, Mardiah juga kerap membeli kopi, jajanan untuk cucunya, beras, hingga gas LPG. Baginya, KDKMP menjadi alternatif untuk mendapatkan berbagai kebutuhan rumah tangga tanpa harus mengeluarkan uang belanja lebih besar.

"Beras sama gas juga. Itu gasnya murah banget, cuma Rp16 ribu. Benar-benar harga yang dikejar sama ibu-ibu. Kalau di dekat rumah bisa Rp20 ribu," tutur dia.
 

 

Hemat atur pengeluaran rumah tangga


Selisih harga tersebut memberikan ruang bagi Mardiah untuk mengatur keuangan rumah tangga. Ia mengatakan manfaat KDKMP tidak hanya terasa dari pengeluaran yang lebih rendah, tetapi juga dari sisa uang belanja yang dapat disimpan untuk kebutuhan lain.

Mardiah berharap pemerintah dapat mempertahankan program-program yang dinilai membantu masyarakat, termasuk KDKMP, serta menjaga harga kebutuhan tetap terjangkau. "Kalau harapan sih sangat banyak. Pastinya dilanjutkan kalau program-program yang bagus. Harganya, murahin saja buat masyarakat itu pasti jadi sejahtera," harap dia.

Mardiah pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto atas kehadiran koperasi tersebut. Ia juga menaruh harapan agar KDKMP terus memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya warga yang ingin memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih ringan.

"Terima kasih Pak Presiden Prabowo, sudah membentuk Koperasi KDKMP, jadi masyarakat bisa berbelanja lebih murah," kata Mardiah.


Mardiah (58), ibu rumah tangga yang terbantu dengan hadirnya KDKMP. Foto: dok Bakom RI.


Pengalaman serupa dirasakan Baron (49), warga yang juga berbelanja di KDKMP Cipedak. Ia datang untuk membeli gas LPG setelah istrinya memberi tahu harga gas di koperasi tersebut lebih murah.

"Hari ini saya beli gas. Istri saya yang nyuruh tadi, saya lagi ngopi. Tiba-tiba gasnya habis. Katanya, 'Ayah, Ayah beli di KDKMP saja. Di sana lebih murah. Terus bawa KTP, jangan lupa.' Ya sudah, saya ke sini," cerita dia.

Bagi Baron, keberadaan KDKMP membantu keluarganya menghemat pengeluaran sehari-hari. Ia senang karena kini punya alternatif tempat berbelanja dengan harga lebih murah. "Senang banget. Bisa kebantu. Jadi lebih hemat," kata Baron.

Baron berharap KDKMP terus dipertahankan agar manfaatnya dirasakan masyarakat di lingkungannya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan Presiden Prabowo yang telah menghadirkan koperasi tersebut.

"Ya, saya ucapkan terima kasih untuk pemerintah, untuk Pak Prabowo juga, sudah menghadirkan KDKMP di kampung saya, di desa saya. Terima kasih, Pak Prabowo," kata dia.
 

Barang kebutuhan pokok di KDKMP


Barang kebutuhan pokok di KDKMP dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, di antaranya yakni:
  • Beras SPHP 5 kg Rp58 ribu.
  • MinyaKita 1 liter Rp15.700.
  • Gula pasir 1 kg Rp17.500.
  • Gas subsidi LPG 3 kg seharga Rp16 ribu per tabung.

Namun demikian, pembelian di KDKMP harus disertai KTP untuk memastikan pembeli merupakan warga yang berhak menerima barang subsidi. Selain menjual kebutuhan pokok, KDKMP melayani pembayaran listrik dan transfer uang. Ke depan, KDKMP juga akan menjadi agen penyaluran bantuan sosial pangan pemerintah dan Program Keluarga Harapan (PKH).

(Ade Hapsari Lestarini)