Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) resmi beroperasi. Foto: dok Bakom RI.
10.070 Gerai KDKMP Beroperasi, LPG 3 Kg Dijual Rp16 Ribu per Tabung
Ade Hapsari Lestarini • 15 October 2026 19:58
Jakarta: Sebanyak 10.070 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) resmi beroperasi serentak pada 15 Oktober 2026. Gerai tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap barang kebutuhan pokok dan bersubsidi, sekaligus membuka peluang pemasaran bagi Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Melalui KDKMP, pelaku usaha setempat dapat memasarkan produknya secara langsung tanpa perantara tambahan, sehingga mampu menggerakkan perekonomian desa. Manfaat tersebut salah satunya terlihat di KDKMP Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Manajer KDKMP Cipedak Syahrul Alfian mengatakan, gerainya telah menyediakan LPG 3 kilogram seharga Rp16 ribu per tabung serta minyak goreng MinyaKita sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter.
Menurut dia, kehadiran KDKMP di wilayah tersebut disambut antusias oleh warga sekitar karena mereka dapat membeli barang kebutuhan dengan harga lebih terjangkau.
"Jadi, masyarakat sangat terbantu. Masyarakat yang biasanya beli (LPG) di warung-warung Rp20 ribu atau Rp21 ribu, tapi bisa akses di sini dengan Rp16 ribu," jelas Syahrul ketika ditemui, Kamis, 15 Oktober 2026.
Serap produk UMKM warga sekitar
Selain menyediakan barang kebutuhan, KDKMP Cipedak juga turut mendorong perekonomian setempat dengan menyerap produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) warga sekitar. Ia menjelaskan, KDKMP Cipedak menyediakan barang melalui dua jalur, yakni produk komersial dan bersubsidi serta produk UMKM.
Produk komersial dan bersubsidi dipasok oleh PT Agrinas Pangan Nusantara. Produk tersebut mencakup LPG 3 kilogram, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng MinyaKita, dan gula konsumsi. Sementara itu, produk UMKM dipasok oleh usaha kecil milik warga setempat.
"Nah, UMKM ini dipasok dari masyarakat sekitar," kata dia.

Manajer KDKMP Cipedak Syahrul Alfian. Foto: Bakom RI.
Ia menambahkan, gerainya sebenarnya telah beroperasi sejak 28 Agustus 2026. Menurut dia, masyarakat sudah cukup mengenal KDKMP tanpa perlu pemasaran secara masif. Pasalnya, informasi mengenai keberadaan KDKMP telah menyebar dari mulut ke mulut (word of mouth).
Karena telah mendapat perhatian dari warga sekitar, KDKMP Cipedak kemudian melakukan sejumlah persiapan, salah satunya melengkapi kebutuhan gerai agar dapat melayani permintaan masyarakat saat peluncuran.
"Jadi, memang kita sudah siap-siap, tinggal melengkapi yang kurang-kurangnya saja terkait kegiatan pembukaan ini,” ujar Syahrul.
Pemasaran melalui kanal digital
Lebih lanjut, Syahrul menjelaskan, manajemen koperasi berencana memperluas jangkauan konsumen setelah peluncuran. Salah satu upayanya adalah melakukan pemasaran melalui kanal digital untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, terutama generasi muda yang terbiasa memanfaatkan teknologi dalam aktivitas sehari-hari.
Melalui rencana tersebut, masyarakat nantinya diharapkan dapat mengetahui produk yang tersedia dan melakukan pemesanan tanpa harus selalu datang langsung ke gerai. Manajemen juga berharap layanan pesan antar pada waktu tertentu dapat mempermudah warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kita harus mengikuti perkembangan zaman, yaitu kedekatan dengan masyarakat. Jadi, rencana nanti kita mau membuat channel resmi sendiri, memang bisa pemesanan melalui WhatsApp atau media. Jadi, bisa kita pesan antar di jam-jam tertentu,” tuturnya.
Sebanyak 10.070 gerai KDKMP mulai beroperasi serentak pada 15 Oktober 2026. Gerai-gerai tersebut tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Banten, Lampung, dan Sumatra Selatan.
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dijadwalkan memantau operasional KDKMP dengan mengunjungi sejumlah lokasi, sesuai dengan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah berharap kehadiran KDKMP dapat memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh barang bersubsidi dengan harga terjangkau sesuai ketentuan.
Adapun pemantauan serentak pada hari ini difokuskan pada kesesuaian harga jual barang dengan harga eceran tertinggi (HET). Komoditas yang dipantau antara lain beras SPHP seharga Rp58 ribu per 5 kilogram, MinyaKita seharga Rp15.700 per liter, dan LPG 3 kilogram seharga Rp16 ribu per tabung.