Tujuh Kecamatan di Gayo Lues Dilanda Banjir dan Longsor, 33 KK Terisolasi

Banjir dan longsor melanda Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Foto: Dokumentasi BPBA

Tujuh Kecamatan di Gayo Lues Dilanda Banjir dan Longsor, 33 KK Terisolasi

Fajri Fatmawati • 29 September 2026 16:03

Gayo Lues: Banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Bencana tersebut merusak sejumlah jalan dan jembatan serta membuat 33 kepala keluarga (KK) di Desa Pasir, Kecamatan Tripe Jaya, terisolasi.

"Bencana banjir dan longsor semakin meluas hingga ke tujuh kecamatan yakni Kecamatan Blangkejeren, Pining, Pantan Cuaca, Dabun Gelang, Tripe Jaya, Blangjerango, dan Rikit Gaib," kata Kepala Pelaksana BPBD Gayo Lues, Muhaimini, Selasa, 29 September 2026. 


Muhaimini merinci, bencana terjadi di Desa Durin Siku dan Cempa, Kecamatan Blangkejeren, serta Desa Remukut, Kecamatan Pantan Cuaca. Banjir dan longsor juga melanda Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, Desa Ketukah, Kecamatan Blangjerango, dan Desa Leme, Kecamatan Rikit Gaib.

"Dampak bencana juga terjadi di Kecamatan Tripe Jaya dengan putusnya jembatan gantung dan terisolasinya 33 KK di Desa Pasir. Selain itu, akses jalan Desa Ketukah di Kecamatan Blangjerango dan akses jalan utama Desa Remukut di Kecamatan Pantan Cuaca mengalami kerusakan," ujar Muhaimini.


Banjir dan longsor melanda Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Foto: Dokumentasi BPBA


Longsor juga terjadi di Desa Leme, jalur Blangkejeren-Rikit Gaib. Sementara itu, jalan darurat Kuning Kurnia-Remukut putus, banjir melanda Desa Badak, serta longsor dan kerusakan jembatan terjadi di Desa Cempa, Kecamatan Blangkejeren.

"Kami mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan genangan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir kiriman," jelas Muhaimini.

(Silvana Febiari)