Banjir dan Longsor Melanda Gayo Lues dan Aceh Tenggara, Akses Jalan Terganggu

Banjir dan longsor melanda Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Foto: Dokumentasi BPBA

Banjir dan Longsor Melanda Gayo Lues dan Aceh Tenggara, Akses Jalan Terganggu

Fajri Fatmawati • 28 September 2026 11:49

Aceh: Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Bencana yang terjadi setelah cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur dan mengganggu akses masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Gayo Lues, Muhaimini, menyebut bencana terjadi di Kecamatan Blangkejeren, Pining, Pantan Cuaca, dan Dabun Gelang. Di Blangkejeren, kejadian dilaporkan berlangsung di Gampong Durin Siku. Sementara di Kecamatan Dabun Gelang, bencana terjadi di Gampong Badak.

"Sebanyak 33 KK terdampak dan terisolir akibat bencana tersebut. Sementara itu, data mengenai warga yang mengungsi masih dalam proses pendataan. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa," kata Muhaimini, Senin, 28 September 2026.

Bencana tersebut turut merusak sejumlah akses dan fasilitas penghubung. Jembatan gantung di Kecamatan Tripe Jaya dilaporkan putus. Selain itu, akses jalan Desa Ketukah di Kecamatan Blangjerango mengalami kerusakan.

Kerusakan juga terjadi pada akses jalan utama menuju Desa Remukut di Kecamatan Pantan Cuaca. Kondisi tersebut mengganggu mobilitas masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.

"Selain itu, tanah longsor terjadi di Desa Leme yang berada di jalur Blangkejeren–Rikit Gaib. Jalan darurat Kuning Kurnia-Remukut juga dilaporkan putus sehingga mengganggu dan terisolir akibat bencana tersebut. Sementara itu, data mengenai warga yang mengungsi masih dalam proses pendataan. Hingganggu akses masyarakat di wilayah tersebut," ujar Muhaimini.

Saat ini, petugas BPBD masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik yang terdampak bencana. Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan.

“Saat ini personel masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah lokasi terdampak. Saat ini, proses penanganan di sejumlah lokasi terdampak masih berlangsung. Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan genangan agar meningkatkan kewaspadaan terhadaap potensi banjir kiriman,” jelas Muhaimini.

 


Banjir Meluas di Aceh Tenggara

Bencana banjir juga melanda Kabupaten Aceh Tenggara. Genangan air dilaporkan menyebar ke tujuh kecamatan setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Kepala BPBD Aceh Tenggara, Asbi, mengatakan peningkatan debit Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga menjadi salah satu pemicu meluasnya banjir ke sejumlah permukiman.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga meningkat. Air kemudian meluap dan berdampak ke sejumlah desa di tujuh kecamatan,” kata Asbi, Senin, 28 September 2026.

Tujuh kecamatan yang terdampak meliputi Lawe Sumur, Bukit Tusam, Bambel, Ketambe, Babussalam, Darul Hasanah, dan Lawe Bulan.

Sejumlah desa turut terdampak, antara lain Terutung Megara Lawe Pasaran, Kisam Gabungan, Maha Singkil, Terutung Seperai, Pancar Iman, Kuta Seri, Bambel Gabungan, Lembah Haji, Kati Maju, Mbarung, Batu Mbulan I, Simpang Empat Tanjung, dan Pulonas Baru.

Banjir tidak hanya menggenangi permukiman, tetapi juga berdampak terhadap lahan pertanian dan infrastruktur. Sekitar 40 hektare lahan pertanian di Desa Terutung Megara Lawe Pasaran terdampak banjir. Sementara itu, sekitar 10 hektare sawah di Desa Kisam Gabungan dilaporkan terendam.


Banjir melanda Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh. Foto: Dokumentasi BPBD Aceh Tenggara


"Banjir juga menyebabkan sejumlah kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian. Sekitar 40 hektare lahan pertanian di Desa Terutung Megara Lawe Pasaran terdampak, sementara sekitar 10 hektare sawah di Desa Kisam Gabungan ikut terendam. Tanggul Sungai Lawe Kisam juga jebol dan meluap ke permukiman Dusun Nasi serta jebol di Desa Pancar Iman, Kecamatan Bambel," ujar Asbi.

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah jalur transportasi. Badan jalan Kutacane-Blangkejeren di Desa Kati Maju tertimbun material longsor. Selain itu, tiang listrik PLN dilaporkan tumbang.

Sejumlah jalur penghubung antarkecamatan turut mengalami gangguan setelah tergerus arus sungai. Kondisi tersebut terjadi di akses Jembatan Natam-Simpang Empat Tanjung serta Jembatan Mbarung menuju Kecamatan Lawe Alas.

Oprit Jembatan Mbarung Datuk-Lawe Sikap juga mengalami amblas sehingga untuk sementara tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

BPBD Aceh Tenggara telah melakukan kajian awal dan menerjunkan tim reaksi cepat untuk melakukan pendataan sekaligus penanganan di lokasi terdampak.

"BPBD telah melakukan kajian cepat dan mengerahkan tim reaksi cepat untuk pendataan serta penanganan di lapangan. Kami juga menurunkan alat berat untuk menutup tanggul dan melakukan normalisasi Sungai Lawe Kisam, serta membersihkan pohon tumbang yang menutup jalan nasional Kutacane-Blangkejeren. Kondisi terakhir air mulai surut. Pemantauan dan penanganan di sejumlah titik terdampak masih terus dilakukan," jelas Asbi.

(Whisnu M)