Trump Ancam Iran jika Terlibat Serangan Terhadap Pilot Flydubai

Pesawat Flydubai yang tengah mengudara di Dubai. Foto: Flydubai

Trump Ancam Iran jika Terlibat Serangan Terhadap Pilot Flydubai

Fajar Nugraha • 2 October 2026 12:18

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan pada Kamis 1 Oktober 2026 bahwa Iran kemungkinan terlibat dalam serangan terhadap pilot pesawat Flydubai yang sedang menuju Israel.

Ia mengancam Iran akan “dihantam sangat keras” jika keterlibatan tersebut terbukti.

Mengutip Channel News Asia, kopilot pesawat tersebut diduga menyerang kapten sebelum para penumpang berhasil menyelamatkan pesawat dari kecelakaan. Perdana Menteri Israel sebelumnya mengklaim pria tersebut telah menjalani indoktrinasi radikal.

“Saya akan mengatakan jawabannya, berdasarkan informasi yang saya dengar, adalah ya, tetapi kami sedang menyelidikinya saat ini,” tegas Trump ketika ditanya wartawan di Gedung Putih apakah Iran terlibat dalam insiden pada penerbangan dari Dubai menuju Tel Aviv.

Ketika ditanya apakah AS akan membalas Iran jika negara tersebut bertanggung jawab atas serangan itu, Trump menjawab, “Oh, mereka akan dihantam sangat keras, jangan khawatir.”

Diketahui ancaman keras dari pemimpin AS tersebut datang akibat sikap yang memburuknya terhadap perang dengan Iran yang masih belum terselesaikan.

Partai Republik sebelumnya dinilai khawatir dapat kehilangan kendali atas Kongres dalam pemilu 3 November, dengan tingkat persetujuan terhadap Trump berada di dekat titik terendah dalam catatan akibat perang dengan Iran dan lonjakan biaya hidup yang dipicu tingginya harga minyak.

Sampai saat ini Iran masih menguasai Selat Hormuz yang strategis, lebih dari tujuh bulan setelah serangan awal Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam tersebut. Trump mengklaim perang tersebut bertujuan mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Sementara itu, AS dijadwalkan mengirim kapal induk AS ketiga dan hingga 10.000 personel militer tambahan ke Timur Tengah pada akhir November.

Trump dilaporkan telah memberi tahu para sekutunya bahwa ia memperkirakan akan kembali melancarkan serangan udara pada akhir November.

(Razaqa Hariz)

(Fajar Nugraha)