Banjir Rendam 12 Desa di Aceh Tenggara, Jembatan Gantung Amblas

Ilustrasi-Banjir luapan di Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, pada hari Rabu (28/10). (foto: BPBD Kabupaten Aceh Selatan)

Banjir Rendam 12 Desa di Aceh Tenggara, Jembatan Gantung Amblas

Lukman Diah Sari • 29 October 2026 16:59

Banda Aceh: Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan sebanyak 12 desa dari lima kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara kembali direndam banjir luapan sungai akibat hujan deras yang mengguyur daerah setempat.

"Akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir, belasan desa di Aceh Tenggara kembali dilanda banjir," kata Kepala Pelaksana BPBA Bahron Bakti dalam laporannya di Banda Aceh, Kamis, 29 Oktober 2026, melansir Antara.


Bahron mengatakan, banjir tersebut karena terjadinya peningkatan debit air Sungai Lawe Alas, Lawe Kinga, Lawe Bulan, dan Lawe Kisam secara signifikan hingga meluap ke pemukiman penduduk. Adapun daerah terdampak yakni tujuh desa di Kecamatan Babel, dua desa di Kecamatan Lawe Bulan, kemudian masing-masing satu desa di Kecamatan Deleng Pokhiksen, Kecamatan Badar, dan Kecamatan Lawe Sumur.

"Untuk korban atau masyarakat terdampak akibat banjir tersebut sejauh ini masih dalam pendataan dan tidak ada pengungsi maupun korban jiwa," ujarnya.

Bahron menyebutkan, untuk dampak lainnya yaitu terjadi penyumbatan aliran sungai di bawah jembatan Desa Kuning I, mengakibatkan air meluap ke jalan nasional dan perkampungan. Tanggul Sungai Lawe Kinga Desa Kuta Lesung jebol, sehingga aliran sungai berpindah ke pemukiman Desa Pinding dan merusak lahan pertanian warga setempat.

Lalu, tanggul Sungai Lawe Kisam juga mengalami abrasi dan jebol di kawasan Desa Bambel Gabungan dan Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan Desa Bunga Melur. Kemudian, jembatan gantung Kumbang Jaya - Gulo (Jembatan Perintis Garuda) juga amblas tergerus banjir Sungai Lawe Alas.

Alat berat sedang membersihkan jalanan dari banjir, di Aceh Tenggara, Rabu (28/10/2026). ANTARA/HO/Humas BPBA

Sebagai upaya tanggap darurat, BPBD Aceh Tenggara telah mengerahkan tim reaksi cepat (TRC) guna melakukan pendataan. Kemudian, menurunkan alat berat dari BPJN, Satgas PRR, BPBD ke lokasi jembatan Desa Kuning I membantu mengeruk material dan normalisasi sungai. Selain itu, alat berat dari Satgas PRR juga dikerahkan ke jembatan Desa Kuta Lesung guna menutup tanggul yang jebol serta normalisasi.

"Saat ini, petugas juga menutup tanggul jebol dan membuat tanggul sementara di Sungai Lawe Kisam Desa Bunga Melur menggunakan alat berat bantuan pihak swasta," jelas Bahron. 

(Lukman Diah Sari)