Hadapi Musim Hujan, Farhan Antisipasi Banjir dan Longsor di Bandung Utara

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Metrotvnews.com/Roni Kurniawan)

Hadapi Musim Hujan, Farhan Antisipasi Banjir dan Longsor di Bandung Utara

Roni Kurniawan • 28 October 2026 16:23

Bandung: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tujuh kecamatan rawan longsor untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada musim hujan.

Wilayah utara Kota Bandung hingga kawasan aliran sungai menjadi perhatian utama, terutama titik-titik yang berpotensi mengalami longsor, banjir genangan, hingga banjir bandang. Farhan menyampaikan bahwa kawasan Bandung utara kerap diterjang longsor saat musim penghujan tiba, terutama pada titik-titik aliran sungai yang sering meluap.

"Dinas pertama yang saya perintahkan justru BPBD bersama seluruh tujuh kecamatan yang rawan longsor," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu, 28 Oktober 2026.

Farhan menjelaskan bahwa wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus membentang dari Cibiru hingga Cidadap. Kawasan tersebut membutuhkan kesiapsiagaan lebih intensif untuk mengantisipasi potensi bencana seiring meningkatnya curah hujan.

Banjir terlihat di Jalan Raya Kopo, Kota Bandung. (MGN/Roni Halim)

Selain BPBD dan pihak kecamatan, Farhan meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), khususnya bidang yang menangani daya rusak air, untuk memperkuat pengawasan terhadap kondisi aliran sungai serta drainase.

Kawasan Cihampelas, tepatnya di depan Hotel Grand Tjokro, menjadi salah satu lokasi yang turut diwaspadai agar gangguan infrastruktur maupun saluran air tidak kembali berulang.

Sementara itu di wilayah barat Kota Bandung, aliran Sungai Citepus hingga kawasan Pagarsih juga dipetakan memiliki kerawanan tinggi terhadap banjir dan longsor.

"Jadi, kita harus melihat titik-titik rawan secara menyeluruh. Bukan hanya kawasan yang selama ini dikenal rawan longsor, tetapi juga lokasi yang berpotensi terdampak luapan sungai dan gangguan saluran air," ujar Farhan.

Pemantauan intensif turut diarahkan ke Sungai Cikapundung yang melintasi pusat Kota Bandung. Farhan mengingatkan bahaya luapan sungai yang bisa bereskalasi secara cepat.

"Yang kita perhatikan bukan hanya banjir genangan, tetapi juga flash flood atau banjir bandang. Itu sangat berbahaya," tegas Farhan.

Farhan berharap langkah antisipasi lintas sektor ini dapat mempercepat respons pemerintah daerah di lapangan sekaligus meminimalkan dampak kerugian masyarakat.

"Dengan meningkatkan kewaspadaan di kawasan rawan longsor dan aliran sungai, kami berupaya mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana hidrometeorologi selama musim hujan," ungkap Farhan.

(Lukman Diah Sari)