Jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang dibuka kembali. (Metrotvnews.com)
Jalur Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Masih Ditutup Meski Kebakaran Padam, Ini Alasannya
Daviq Umar Al Faruq • 6 November 2026 08:29
Malang: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, dipastikan telah padam total. Meski demikian, pihak pengelola tidak ingin terburu-buru membuka kembali jalur pendakian bagi masyarakat umum.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Taman Hutan Raya (UPT Tahura) Raden Soerjo, Agustiningtyas Marani, menekankan padamnya kobaran api tidak serta-merta menjadikan area jalur pendakian langsung aman dilintasi. Pihaknya masih menunggu hasil evaluasi menyeluruh dari personel di lapangan sebelum mengambil keputusan resmi.
"Kebakaran sudah padam, tetapi teman-teman masih melakukan asesmen di lapangan,” kata Agustiningtyas saat dikonfirmasi, Kamis 5 November 2026.
Pihaknya memilih menerjunkan tim untuk menyisir seluruh jalur pendakian. Langkah ini diambil guna memetakan berbagai potensi bahaya serta memastikan keselamatan pendaki pasca-bencana karhutla.
Berdasarkan hasil penyisiran sementara, petugas di lapangan menemukan banyak batang pohon sisa kebakaran yang kondisinya lapuk. Keberadaan vegetasi mati tersebut dinilai sangat rentan roboh dan membahayakan keselamatan para pendaki.
“Beberapa jalur masih rawan karena banyak pohon terbakar. Kami khawatir jika ada pendaki melintas, tiba-tiba pohon tersebut roboh," ujar Agustiningtyas.
Ancaman keselamatan pendaki ternyata tidak hanya berasal dari potensi pohon tumbang di sepanjang rute. Tim penyisir juga fokus mengevaluasi tingkat kestabilan struktur tanah, khususnya di kawasan area ketinggian Gunung Arjuno-Welirang.
Hilangnya vegetasi pendukung akibat musibah kebakaran dikhawatirkan mengikis daya ikat tanah secara signifikan. Kondisi tanah gembur tersebut memicu risiko tinggi terjadinya bencana tanah longsor saat diterpa beban pendaki.
"Di jalur bagian atas, jalurnya tergolong kecil. Kami khawatir jika kondisi tanahnya gembur, bisa bergeser ke bawah atau miring saat dilintasi," jelas Agustiningtyas.

Penanganan kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang. Dokumentasi/ UPT Tahura Raden Soerjo.
Pengelola Tahura Raden Soerjo menegaskan komitmennya untuk menetapkan faktor keselamatan sebagai prioritas paling utama. Oleh karena itu, skema reschedule atau penjadwalan ulang bagi calon pendaki belum dibuka sejak kawasan ditutup pada 17 Oktober 2026 lalu.
Keputusan resmi pembukaan kembali seluruh jalur pendakian baru akan diumumkan setelah asesmen rampung sepenuhnya. Jika seluruh lintasan dinyatakan benar-benar steril dan aman, aktivitas pendakian baru dipastikan beroperasi normal.
Sementara itu, pihak pengelola memastikan bahwa kebijakan batas kuota harian pendaki tidak mengalami perubahan sama sekali. Skema alokasi tersebut tetap terbagi ke dalam empat pintu masuk resmi, yakni Sumberbrantas, Tretes, Tambaksari, dan Lawang.
“Jalur Brantas 200 orang per hari, Tretes 150, Tambaksari 150 dan Lawang 50 orang per haro,” beber Agustiningtyas.