Kebakaran Gunung Arjuno Hanguskan 816 Hektare Hutan

Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri, saat turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno, Kamis, 22 Oktober 2026/Polres Malang.

Kebakaran Gunung Arjuno Hanguskan 816 Hektare Hutan

Daviq Umar Al Faruq • 22 October 2026 21:51

Malang: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalap kawasan Gunung Arjuno hingga mencapai total luas 816 hektare. Amukan si jago merah tersebut diperkirakan telah melanda sedikitnya enam petak hutan di wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo dan Perhutani.

Bencana kebakaran hebat ini berpusat di Blok Bukit Buduk Asu, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Tim gabungan bersama Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri turun langsung ke lokasi guna mengendalikan pergerakan api.

“Kami turun langsung untuk membantu upaya pemadaman sekaligus memantau kondisi di lapangan. Penanganan dilakukan bersama personel gabungan agar api dapat dikendalikan dan tidak semakin meluas,” ujar Rulian, di Malang, Kamis, 22 Oktober 2026.


Rombongan bergerak menembus medan menuju titik kebakaran di Petak 116 B atau kawasan Kutukan. Petugas langsung memantau kondisi lapangan sekaligus memadamkan kobaran api secara manual menggunakan alat semprot air dan sabetan ranting pohon.

Berdasarkan hasil pemantauan di Petak 116 B, si jago merah diperkirakan telah membakar sekitar 17 hektare dari total luas area 43 hektare. Penanganan cepat dilakukan agar kobaran api di petak tersebut tidak merembet ke area sekitarnya.

Berdasarkan data pemantauan menyeluruh di wilayah Singosari, kerusakan terparah terjadi di Petak 112 atau Gombes dengan area terbakar mencapai 534 hektare. Sementara itu, Petak 113 atau Kutukan mencatatkan luas area terbakar hingga 202 hektare dari total 236 hektare.

Kebakaran juga meluas ke Petak 115 atau Putuk Lembu seluas 12 hektare dan Petak 116 C sekitar 24 hektare. Di Petak 117 atau Sabana Lincing, porsi area yang hangus terbakar dilaporkan mencapai 27 hektare.

“Selain melakukan pemadaman, kami menyalurkan bantuan untuk menunjang kebutuhan petugas di lapangan. Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan situasi dan mengantisipasi perluasan kebakaran,” kata Rulian.


Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri, saat turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno, Kamis, 22 Oktober 2026/Polres Malang.


Hingga saat ini, personel gabungan dari Brimob Yon B Ampeldento, Polsek Singosari, TNI, Tahura, Perhutani, dan relawan masih bersiaga di posko. Pemantauan ketat terus dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran api ke kawasan perbatasan Gunung Mujur, Dusun Borogragal, Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso.

Sementara itu, penyebab kebakaran hutan ini masih dalam proses identifikasi oleh pihak kepolisian. Menghadapi situasi ini, Rulian mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar kawasan hutan.

“Kami mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran. Informasi yang cepat sangat membantu petugas dalam melakukan penanganan,” imbau Rulian.

Sebelum menerobos menuju titik api, Rulian terlebih dahulu menyambangi posko penanganan karhutla di Dusun Glatik, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari. Pada kesempatan tersebut, Polres Malang menyerahkan bantuan logistik serta perlengkapan pemadaman untuk mendukung petugas di lapangan.

Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, tabung oksigen, obat-obatan, dan masker penutup pernapasan. Selain itu, diserahkan pula peralatan fisik seperti cangkul, sabit, parang, gergaji mesin, sarung tangan, kacamata, sepatu bot, serta gepyok penjalin.

(Silvana Febiari)