Pemprov DKI akan Ajukan Pembangunan Kebun Raya Mangrove ke Pusat

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai mengikuti rapat di Kantor Kecamatan Penjaringan, Jakut. Foto: Metro TV/Nattasya.

Pemprov DKI akan Ajukan Pembangunan Kebun Raya Mangrove ke Pusat

Nattasya Amani Vrazeti • 6 November 2026 19:08

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan segera mengajukan pembangunan Kebun Raya Mangrove di Kamal Muara ke pemerintah pusat. Usulan tersebut diharapkan dapat terealisasi pada tahun depan.

Hal itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai menggelar rapat bersama jajaran Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat, 6 November 2026. Rapat tersebut merupakan pertemuan tingkat kecamatan ketiga dari rangkaian agenda Pramono menggelar rapat di 44 kecamatan di Jakarta.

“Pemerintah DKI Jakarta segera mengajukan ke pemerintah pusat agar tempat itu di- dijadikan Kebun Raya Mangrove Jakarta, sebab Jakarta belum punya kebun raya,” ujar Pramono di Kantor Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat, 6 November 2026. 
 

Baca Juga :

Pramono: Tawuran di Kampung Melayu Turun dari 132 Jadi 20 Kali


Pramono menyebut kawasan tersebut memiliki luas mangrove sekitar 50 hektare. Kondisi mangrove di sana  dinilai dalam kondisi cukup baik.

Ia mengatakan pengajuan tersebut akan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan sejumlah pihak. Termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta dinas terkait di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Pramono berharap pengembangan Kebun Raya Mangrove Jakarta dapat menjadi salah satu capaian Pemprov DKI pada tahun depan. Ia menyebut keberadaan kebun raya tersebut dapat menjadi fasilitas edukasi bagi masyarakat, khususnya pelajar.


Ilustrasi mangrove. Foto: Metrotvnews.com/Fajri Fatmawati.

“Tetapi saya berharap kalau bisa di tahun depan ini sudah menjadi, bisa kado buat Jakarta, bahwa Jakarta punya kebun raya,” ungkap Pramono.

Menurut Pramono, pengembangan kawasan tersebut nantinya juga akan disertai pembenahan fasilitas. Dengan demikian, masyarakat dan pelajar dapat memanfaatkan kawasan mangrove sebagai tempat belajar mengenai tanaman serta ekosistem mangrove tanpa harus pergi ke luar Jakarta.

(Anggi Tondi)