BPBD Sleman Waspadai Banjir Bandang di Lereng Merapi

Gunung Merapi. (Metro TV/ Agus Utantoro)

BPBD Sleman Waspadai Banjir Bandang di Lereng Merapi

Agus Utantoro • 6 November 2026 11:50

Sleman: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengingatkan masyarakat terhadap potensi banjir bandang di lereng Gunung Merapi menjelang musim hujan. Sebanyak 6,6 juta meter kubik material vulkanik berpotensi terbawa aliran air saat hujan lebat.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan material tersebut terdiri dari sekitar 4,3 juta meter kubik di kubah lava barat daya dan 2,3 juta meter kubik di sisi selatan Gunung Merapi.

"4,3 juta meter kubik dan di selatan 2,3 juta sekian meter kubik yang arah ke Boyolali. Kalau yang selatan, yang barat daya ke arah kali," kata Bambang di Sleman, Jumat, 6 November 2026.


Ia menjelaskan, hujan lebat di kawasan puncak berpotensi membawa material vulkanik tersebut hingga memicu banjir bandang. Ancaman ini perlu diwaspadai, terutama di wilayah yang berada di jalur aliran material.

"Kalau nanti hujan lebat di puncak, melebihi kapasitas, itu akan berpotensi untuk banjir bandang. Istilahnya di dalam kajian kami, bukan hujan, tetapi banjir bandang," ujarnya.

Untuk mengantisipasi potensi bencana, BPBD Sleman telah menyiapkan 34 unit Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini. Seluruh perangkat tersebut dipastikan telah beroperasi dan dalam kondisi baik untuk mendukung pemantauan potensi bahaya di kawasan Merapi.


Gunung Merapi. (Metro TV/ Agus Utantoro)


Bambang mengatakan, musim hujan di wilayah DIY diperkirakan datang secara bertahap. Untuk Sleman bagian utara, hujan diprediksi mulai turun pada dasarian ketiga November atau sekitar akhir November.

Selanjutnya, musim hujan diperkirakan meluas ke wilayah tengah DIY pada awal Desember dan wilayah selatan pada pertengahan Desember.

(Silvana Febiari)