HGN 2026 Digelar Inklusif, Libatkan Guru Lintas Agama

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno. Istimewa.

HGN 2026 Digelar Inklusif, Libatkan Guru Lintas Agama

Arga Sumantri • 3 November 2026 17:51

Jakarta: Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2026 di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) mengusung semangat inklusivitas dengan melibatkan guru dari berbagai latar belakang pendidikan dan agama. Guru dan tenaga kependidikan di bawah Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) menjadi bagian terbesar dalam peringatan tersebut, dengan jumlah lebih dari 800 ribu orang.

Selain itu, terdapat lebih dari 300 ribu guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah, serta guru agama Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, dan guru pesantren. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno mengungkapkan pelibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa peringatan HGN merupakan momentum penghargaan bagi seluruh guru yang telah berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Hal ini menandakan bahwa Hari Guru di Kementerian Agama merupakan peringatan yang sangat inklusif, karena melibatkan guru dari berbagai latar belakang. Ini adalah Hari Guru untuk semua," ujar Amien konferensi pers dan media gathering dalam rangkaian peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2026 di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Senin, 3 November 2026

Rangkaian kegiatan HGN 2026 juga akan diisi dengan pemberian penghargaan kepada guru dalam sejumlah kategori, mulai dari inovasi dan prestasi hingga pengabdian di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah terdampak bencana.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi guru yang terus menjalankan tugas pendidikan di berbagai kondisi dan wilayah Indonesia.

Selain itu, Kemenag akan menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional pada 25 November 2026, serta sejumlah kegiatan lainnya, seperti Ceria dan Sehat Bersama Guru, simposium akademik, dan Anugerah Guru dan Donasi untuk Negeri.

Melalui rangkaian peringatan HGN 2026, Kementerian Agama berharap dapat memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kompetensi, serta kesejahteraan guru di Indonesia.

Kemenag Buka PPG bagi Lebih 40 Ribu Guru pada 2026

Kemenag memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru melalui berbagai program strategis. Pada 2026, Kemenag menyiapkan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi lebih dari 40 ribu guru, sekaligus melanjutkan program perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi ratusan ribu guru.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan nasional.

Menurut Amien, program PPG menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan profesionalisme guru. Saat ini, persiapan pelaksanaan PPG 2026 tengah berlangsung dan akan diumumkan secara resmi pada waktunya.

"Insyaallah, tahun ini kita memiliki kuota yang cukup besar untuk PPG 2026, yakni lebih dari 40 ribu guru. Saat ini persiapannya sedang berproses dan nanti akan diumumkan pada saatnya," ujar dia.

Selain peningkatan kompetensi, Kemenag memberikan perhatian terhadap aspek kesehatan dan perlindungan guru. Salah satunya, melalui program BPJS Ketenagakerjaan yang tahun ini kembali dilanjutkan dengan jumlah penerima mencapai ratusan ribu guru.

Amien menegaskan, perlindungan terhadap guru merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

"Penerima BPJS Ketenagakerjaan ini sudah dipetakan. Program ini merupakan bentuk komitmen Kementerian Agama terhadap perlindungan dan kesejahteraan guru," katanya.

Konferensi Pers Hari Guru Nasional (HGN) 2026 di Kementerian Agama. Dok Istimewa.

Kemenag Siapkan Skema Peningkatan Kesejahteraan Guru Non-ASN

Amien juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan skema peningkatan kesejahteraan bagi guru non-ASN. Penyusunan skema tersebut dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan arahan Presiden. Namun, ia belum memerinci bentuk kebijakan yang akan diterapkan karena proses penghitungan dan pembahasan masih berlangsung.

Menurutnya, skema tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan guru, termasuk melalui mekanisme yang berkaitan dengan status kepegawaian.

"Untuk kesejahteraan guru non-ASN, saat ini sedang dihitung secara cermat sesuai dengan arahan Bapak Presiden. Nantinya akan ada skema yang menjadi bagian penting dalam peningkatan kesejahteraan guru," ujar dia.

Ia menambahkan peningkatan kompetensi melalui PPG juga diharapkan dapat memperluas kesempatan guru untuk memperoleh pengakuan profesional sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

HGN 2026 Jadi Momentum Penguatan Kompetensi Guru di Era AI

Selain berfokus pada peningkatan kompetensi dan kesejahteraan, peringatan Hari Guru Nasional 2026 di lingkungan Kementerian Agama juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah simposium pembelajaran berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Amien mengatakan, perkembangan teknologi AI menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan. Karena itu, guru perlu memiliki literasi dan kemampuan profesional yang memadai dalam memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendukung proses pembelajaran.

"Kita perlu melakukan knowledge sharing. Harapannya, guru-guru kita tidak hanya memiliki pengetahuan dasar, tetapi juga kemampuan profesional yang memadai dalam menggunakan AI untuk proses pembelajaran," tuturnya.

Ia menegaskan, penguatan kompetensi melalui pemanfaatan AI tidak hanya diperuntukkan bagi guru madrasah, tetapi juga seluruh guru yang berada di bawah naungan Kemenag. Selain itu, Kemenag telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam pengembangan kompetensi guru, termasuk sejak masa pandemi Covid-19.

(Arga Sumantri)