BPBD Lumajang Pasang 8 CCTV Baru Pantau Aktivitas Semeru

Gunung Semeru. Foto: dok. MI.

BPBD Lumajang Pasang 8 CCTV Baru Pantau Aktivitas Semeru

Faishol Taselan • 5 November 2026 20:02

Lumajang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang memasang delapan unit kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik sekitar Gunung Semeru, Jawa Timur. Penambahan perangkat tersebut dilakukan untuk memperkuat pemantauan aktivitas gunung serta mendukung keselamatan masyarakat di kawasan rawan bencana.

Delapan CCTV dipasang di sejumlah lokasi strategis. Titik pemasangan meliputi kawasan hunian tetap (huntap) penyintas erupsi di Bumi Semeru Damai (BSD), Desa Sumbermujur; daerah aliran sungai (DAS) Bondeli; kawasan Gladak Perak sebelum dan setelah jembatan; KM 56 dan KM 57 Piket Nol; Bukit Sriti; serta Watu Lapis di Desa Sumberurip.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan, penguatan pemantauan tidak hanya dilakukan melalui pemasangan CCTV. BPBD juga menyiagakan personel di sejumlah lokasi strategis dan meningkatkan kesiapan sistem peringatan dini untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Semeru.

“Jadi, delapan CCTV tersebar perangkat pemantauan itu ditujukan untuk mengawasi kondisi gunung, daerah aliran sungai (DAS), serta jalur Piket Nol yang rawan mengalami longsor. Informasi visual itu menjadi dukungan bagi petugas dalam mengamati kondisi lapangan,” kata Isnugroho, Kamis, 5 November 2026.
 


Isnugroho menjelaskan, delapan perangkat baru tersebut melengkapi tujuh CCTV yang telah terpasang sebelumnya. Dengan penambahan itu, BPBD Lumajang kini memiliki total 15 unit CCTV untuk memantau kondisi Gunung Semeru dan sejumlah kawasan yang berpotensi terdampak bencana.

Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi masyarakat yang berada di luar zona bahaya masih aman dan terkendali. Meski demikian, BPBD terus memperkuat kesiapsiagaan melalui koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta pemerintah desa di sekitar lereng Gunung Semeru.

“Kami terus berkoordinasi dengan PVMBG dan pemerintah desa untuk memastikan tidak ada warga yang beraktivitas di dalam radius bahaya sesuai rekomendasi yang sudah ditentukan seiring dengan status Siaga Gunung Semeru,” ujarnya.


Gunung Semeru erupsi disertai awan panas guguran sejauh 3 km dari puncak Mahameru pada Kamis pagi, 5 November 2026. ANTARA/HO-PVMBG


Selain memasang perangkat pemantauan, BPBD Lumajang menyiagakan personel di Pos Curah Kobokan dan Pos Oro-Oro Ombo. Penguatan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) serta kesiapan logistik juga dilakukan untuk mendukung penanganan apabila terjadi kondisi darurat.

“Saya menegaskan bahwa kesiapan personel dan perangkat pemantauan perlu berjalan beriringan dengan kepatuhan masyarakat terhadap rekomendasi keselamatan,” katanya.

BPBD mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru. Aktivitas juga dilarang dalam radius lima kilometer dari kawah karena kawasan tersebut berpotensi terdampak lontaran material vulkanik.

(Whisnu M)