Pemprov DKI Targetkan Pembangunan SDN Baru 05 Pagi Jaktim Mulai November 2026

Kondisi bangunan SDN Baru 05 Pagi di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (23/10/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza.

Pemprov DKI Targetkan Pembangunan SDN Baru 05 Pagi Jaktim Mulai November 2026

Anggi Tondi Martaon • 24 October 2026 09:53

Jakarta: Dinas Pendidikan DKI Jakarta menargetkan pembangunan kembali SDN Baru 05 Pagi di Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, mulai dilaksanakan pada November 2026. Saat ini, progres pembangunan dalam tahap tender.

"Terkait target dan waktu tahapan penyelesaian, saat ini sedang proses tender yang ditargetkan pelaksanaan pada November 2026," kata Kepala Unit Pengelola Prasarana dan Sarana Pendidikan (UPPSP) Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Epharem Widjojo Sianturi dikutip dari Antara, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Epharem menyebut pembangunan sekolah tersebut telah direncanakan secara bertahap sejak 2023. Proses pembangunan tidak mengalami penghentian.
 


"Sudah melewati tahap perencanaan, saat ini sedang proses pemilihan penyedia jasa konstruksi sebelum mulai pelaksanaan," ujar Epharem.

Ia merinci skema awal pembangunan SDN Baru 05 Pagi ini direncanakan menggunakan anggaran yang bersumber dari kewajiban pengembang. Namun, belum terdapat konfirmasi dan kepastian mengenai pelaksanaan rencana tersebut hingga 2024.

Kondisi tersebut mendorong Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengambil langkah untuk mengalokasikan anggaran pembangunan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). "Dengan skema kontrak yang pelaksanaannya melewati lebih dari satu tahun anggaran (multi years) 2026-2027," jelas Epharem.

Menurut dia, dengan skema tersebut Pemprov DKI Jakarta dapat menyiapkan pembiayaan pembangunan sekolah melalui tahapan anggaran yang mencakup dua tahun pelaksanaan.

Lebih lanjut, Epharem mengatakan pembangunan kembali gedung sekolah ini merupakan langkah konkret yang dilakukan Dinas Pendidikan untuk memastikan tersedianya fasilitas pendidikan yang dapat digunakan siswa SDN Baru 05 Pagi. 

Siswa SDN Baru 05 Pagi untuk sebelumnya harus menjalani kegiatan belajar mengajar dengan menumpang di SDN Baru 06 Pagi. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam upaya penyediaan sarana pendidikan yang layak bagi para siswa.

Ilustrasi revitalisasi sekolah. Foto: Istimewa.

Dinas Pendidikan bersama Suku Dinas Pendidikan, Satuan Pelaksana Pendidikan Kecamatan, dan pihak sekolah terus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung selama proses pembangunan belum dimulai.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan pembangunan beberapa sekolah yang rusak di Jakarta dimulai pada September 2026. Sebagian anggaran pembangunan mengambil dana dari Koefisien Lantai Bangunan (KLB).

Sementara itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta mencatat 22 sekolah yang telah memperoleh rekomendasi teknis untuk dilakukan rehabilitasi total. Dari jumlah tersebut, sebanyak tujuh sekolah telah mendapat alokasi pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2026-2027, sedangkan empat sekolah dengan kondisi paling kritis akan dipercepat penanganannya pada tahun ini.

(Anggi Tondi)