Gunung Semeru Erupsi Lima Kali, Tinggi Kolom Abu Capai 1 Km

Gunung Semeru erupsi dengan letusan setinggi 1 km di atas puncak pada Senin malam, 12 Oktober 2026. ANTARA/HO-PVMBG

Gunung Semeru Erupsi Lima Kali, Tinggi Kolom Abu Capai 1 Km

Silvana Febiari • 12 October 2026 22:14

Lumajang: Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) erupsi terus menerus sejak pukul 18.30 WIB hingga 20.00 WIB. Jumlah erupsi sebanyak lima kali dengan tinggi letusan hingga 1 kilometer.

Erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat pukul 18.35 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar pukul 700 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.

"Selang beberapa menit kemudian atau pukul 18.41 WIB kembali terjadi erupsi dengan tinggi kolom letusan abu vulkanik teramati sekitar 600 m di atas puncak," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis, seperti dilansir Antara, Senin, 12 Oktober 2026.


Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.

Kemudian terjadi erupsi kembali Gunung Semeru pada pukul 19.44 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.

"Pada pukul 19.55 WIB, Gunung Semeru erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati 800 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung," ungkapnya.

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu erupsi lagi pada pukul 20:08 WIB dengan tinggi letusan semakin tinggi dibandingkan sebelumnya yakni mencapai 1 kilometer di atas puncak dengan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.


Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 900 meter di atas puncak Mahameru pada Senin pagi, 12 Oktober 2026. ANTARA/HO-PVMBG


Saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga. Masyarakat tidak disarankan melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama pada wilayah sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak yang menjadi pusat erupsi.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," jelasnya.

Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujar Liswanto.

(Silvana Febiari)